Posts

Showing posts from September, 2016

Tafsiran 1 Korintus 12

Latar belakang khusus Jemaat Korintus bukanlah jemaat ideal seperti Efesus atau Filipi. Justru jemaat ini banyak mengecewakan Paulus. Berbagai dosa ada di dalamnya (perpecahan, perzinahan, menuntut sesama Kristen di pengadilan, dsb.). Hampir semua masalah yang timbul dalam jemaat Korintus berhubungan langsung dengan latar belakang kehidupan kota Korintus. Perzinahan, yang dilakukan beberapa warga jemaat, jelas masih berhubungan dengan perzinahan sakral yang dipromosikan para pelacur kuil penyembahan Venus. Demikian pula keasyikan mencari berbagai karunia masih berhubungan dengan gairah menyombongkan diri dari warga kota yang mementingkan hikmat itu. Paulus ingin agar jemaat mengetahui kebenarannya. Sebab bisa terjadi bahwa apa yang mereka hayati seolah-olah pengalaman, Kristen, namun di baliknya terjadi semacam upaya meninggikan diri. Dari masalah ini jelas dilihat peran utama Roh Kudus dalam gereja dan orang beriman. Dialah yang bekerja dalam hati kita dan menyatakan kebenaran ...

Mengenal surat-surat Paulus

1.       Surat Paulus Pertama kepada Jemaat di Tesalonika Tesalonika adalah ibukota Makedonia, sebuah provinsi kerajaan Roma. Jemaat di Tesalonika didirikan oleh Paulus setelah ia meninggalkan Filipi. Tetapi tidak lama sesudah itu, orang-orang Yahudi yang iri hati kepada Paulus mulai menentang usaha Paulus untuk memberitakan ajaran Kristen kepada orang-orang bukan Yahudi yang telah menunjukkan minat terhadap agama Yahudi. Terpaksalah Paulus meninggalkan Tesalonika dan pergi ke Berea. Kemudian setelah ia tiba di Korintus, ia menerima surat dari Timotius, kawan dan rekannya, tentang keadaan jemaat di Tesalonika. Surat ini muncul karena pertanyaan tentang orang mati, namun hal ini hampir tidak memadai untuk menjelaskan asal mula surat ini. Secara khusus, alasan tadi tidak tidak menjelaskan mengapa bagian yang pertama begitu panjang lebar isinya, atau mengapa Paulus menerangkan dengan amat terinci masalah-masalah yang begitu dikenal oleh gereja. Kita ...