Tafsiran 1 Korintus 12
Latar
belakang khusus
Jemaat Korintus bukanlah jemaat
ideal seperti Efesus atau Filipi. Justru jemaat ini banyak mengecewakan Paulus.
Berbagai dosa ada di dalamnya (perpecahan, perzinahan, menuntut sesama Kristen
di pengadilan, dsb.). Hampir semua masalah yang timbul dalam jemaat Korintus
berhubungan langsung dengan latar belakang kehidupan kota Korintus. Perzinahan,
yang dilakukan beberapa warga jemaat, jelas masih berhubungan dengan perzinahan
sakral yang dipromosikan para pelacur kuil penyembahan Venus. Demikian pula
keasyikan mencari berbagai karunia masih berhubungan dengan gairah
menyombongkan diri dari warga kota yang mementingkan hikmat itu. Paulus ingin
agar jemaat mengetahui kebenarannya. Sebab bisa terjadi bahwa apa yang mereka
hayati seolah-olah pengalaman, Kristen, namun di baliknya terjadi semacam upaya
meninggikan diri.Dari masalah ini jelas dilihat peran utama Roh Kudus dalam gereja dan orang beriman. Dialah yang bekerja dalam hati kita dan menyatakan kebenaran Injil Yesus Kristus, sampai kita beriman dan mengakui Yesus sebagai Tuhan. Dia pula yang terus bekerja dalam hati kita sampai kita terus mempertuhan Kristus dalam hidup kemuridan kita. Maka jelas Roh Kudus menunjuk, meneruskan dan meneguhkan karya Kristus dalam kehidupan orang beriman. Roh Kudus bukan membuat suatu karya baru yang lepas dari Kristus.
Pokok-pokok
pikiran
1 Korintus 12: 1-11
12:1-3 : Karunia Roh
12:4-6 : Ada bermacam-macam karunia Roh
12: 7 : Semuanya unutk kepentingan bersama
12: 8-11: Dengan maksud tertentu diberikan dengan beragam
12:4-6 : Ada bermacam-macam karunia Roh
12: 7 : Semuanya unutk kepentingan bersama
12: 8-11: Dengan maksud tertentu diberikan dengan beragam
Kata-kata
Kunci
12:1-3 : Karunia-karunia
Roh, ditarik, berhala-hala yang bisu, Terkutuklah Yesus!,
12:4-6 : Satu Roh, rupa-rupa pelayanan, berbagai-bagai perbuatan ajaib, kepada tiap-tiap orang
12:7 : untuk kepentingan bersama
12: 8-11 : berkata-kata, pengetahuan, iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa mengadakan mujizat, bernubuat, membeda-bedakan bahasa Roh, manafsirkan bahasa Roh.
12:4-6 : Satu Roh, rupa-rupa pelayanan, berbagai-bagai perbuatan ajaib, kepada tiap-tiap orang
12:7 : untuk kepentingan bersama
12: 8-11 : berkata-kata, pengetahuan, iman, karunia untuk menyembuhkan, kuasa mengadakan mujizat, bernubuat, membeda-bedakan bahasa Roh, manafsirkan bahasa Roh.
Tafsriran sesuai pokok pikiran
12: 1-3 :
Karunia-karunia
Roh, menekankan kabaikan dan kemurahan Allah dalam memberikan kemampuan dan
tanggung jawab khusus kepada pengikut Kristus. Karunia-karunia itu dimaksudkan
untuk membantu pelayanan yang ada dalam jemaat.Orang Korintus memiliki
pengalaman ketika belum ditarik, artinya
: dengan perbuatan-perbuatan yang tidak menguntungkan. Berhala-berhala bisu, sesuatu yang tak cakap untuk menyatakan
kebenaran. Dalam berhala-berhala bisu itu ada roh jahat, dan masih aktif.
Terkutuk dalam bahasa Yunani anathema
yang artinya : ‘dipersembahkan’. Roh
Allah menyaksikan akan keilahian Kristus. Hanya Dialah yang dapat dan akan
melakukan hal itu.
12:4-6 :
Memiliki perbedaan-perbendaan karunia berpotensi memicu konflik dan memecah
jemaat. Keanekaragaman yang muncul menimbulkan karunia-karunia yang berbeda,
kesempatan untuk melayani dan dalam cara kuasa Allah diterapkan. Tapi
sebetulnya keanekaragaman itulah yang menjadi penyatu, yaitu Allah sendiri.
12: 7 :
Karunia-karunia yang diberikan bukanlah diperuntukkan untuk kepentingan pribadi
ataupun kelompok, malainkan untuk kepentingan bersama dalam rangka pelayanan di
jemaat.
12: 8-11 : Diuraikan karunia-karunia khusus yang dapat
dipelajari dan diperoleh banyak hal mengenai keadaan pelayanan gereja
mula-mula. Semua karunia-karunia yang diberikan itu dikerjakan, diberikan dan
dikehendaki oleh Tuhan. Berbagai-bagai karunia yang ditulis oleh Paulus ialah: Berkata-kata dengan hikmat dan pengetahuan –
Hikmat (sofia) ada karena pengenalan
akan Allah dan Pengetahuan yang dapat mempraktikan hikmat tersebut. Selanjutnya
Iman. Dalam hal ini, Paulus memiliki
ekspektasi yang bukan hanya sekedar iman berdasarkan keyakinan intelektual,
malainkan iman yang penuh dengan keyakinan yang bergairah. Karunia-karunia untuk menyembuhkan. Jemaaat mula-mula hidup ditengah-tengah
keajaiban yang dianggap pada saat itu sesuatu yang lumrah. Tapi Paulus
merespons dengan mengatakan bahwa karunia untuk menyembuhkan berasal dari
Tuhan. Berikutnya Kuasa untuk mengadakan
mukjizat. Sangat mungkin menunjuk kepada pengusiran roh-roh jahat. Pada
masa itu, banyak orang yang menderita sakit jiwa dan penyakit itu dihubungkan
dengan kuasa roh-roh jahat. Dan salah satu yugas gereja ialah mengusir roh-roh
jahat ini. Selanjutnya Paulus menyebutkan, Bernubuat.
Berfungsi sebagai pengoreksi danpenegur mengenai tindakan-tindakan yang
menyimpang. Selain itu bernubuat juga memiliki fungsi nasihat dan bimbingan.
Sesudah itu Paulus menyebutkan tentang Karunia
untuk membedakan bermacam-macam roh. Bahasa roh seringkali menyebabakan
kebingunan dalam ibadah. Bahasa roh dipercaya berasal dari Roh Allah. Tapi
bahasa roh memiliki bahaya jika dalam keadaan yang ‘hipnotisme’. Maka Paulus
menulis ini untuk mempertegas bahwa bahasa roh berasal dari Roh Allah sendiri.
Pokok-pokok
Pikiran
1 Korintus 12:12-31
12 : 12-21 :
Menurut bagian masing-masing, sebagaimana anggota tubuh saling memberi manfaat
kepada seluruh tubuh.
12 : 22-26 : Anggota tubuh saling melayani dan saling menolong
12 : 27-31 : Saling membantu dalam rangka membangun tubuh Kristus
12 : 22-26 : Anggota tubuh saling melayani dan saling menolong
12 : 27-31 : Saling membantu dalam rangka membangun tubuh Kristus
Kata-kata
kunci
12 : 12-18 :
satu tubuh, demikian pula Kristus, dalam
satu Roh, telah dibaptis, diberi minum, banyak anggota, telah memberikan,
seperti yang dikehendaki-Nya.
12 : 19-26 : Yang paling dibutuhkan, diberikan penghormatan khusus, diberikan perhatian khusus, hangan terjadi perpecahan dalam tubuh, satu tubuh.
12 : 27-31 : Allah telah menetapkan, karunia-karunia yang paling berharga.
12 : 19-26 : Yang paling dibutuhkan, diberikan penghormatan khusus, diberikan perhatian khusus, hangan terjadi perpecahan dalam tubuh, satu tubuh.
12 : 27-31 : Allah telah menetapkan, karunia-karunia yang paling berharga.
Tafsiran
sesuai pokok pikiran
12 : 12-21 :
Paulus memulainya dengan
menggambambarkan cara kerja tubuh jasmani, tubuh terdiri dari banyak anggota
namun di dalamnya ada satu keastuan yang esensial. Cara berfungsinya tubuh
jasmani memberi suatu kiasan yang cocok tentang keanekaragaman dalam kesatuan
jemaat. Baptisan ”dalam satu roh”
mengartikan bahwa Roh Kudus turut bekerja dalam proses penyatuan atau
dimasukkan ke dalam satu persekutuan yang hidup dari tubuh Kristus. Mengenai kaki yang pertentangkan dengan tangan mengartikan bahwa seringkali kita
kita bukan kepada “mata” melainkan
terhadap mereka yang memiliki tinggi lebih sedikit dari kita. Tubuh memerlukan
banyak bagian untuk melaksanakan tugasnya yang bermacam-macam. Allah dalam
kebijakan-Nya memberikan semua bagian itu kepada tubuh serta mencocokkan serta
menempatkan bagi tugasnya masing-masing.
12: 19-26 :
Tidak mungkin ada tubuh, jika semuanya hanya satu anggota. Seandainya semua
anggota adalah sama, hasilnya akan menjadi ‘seorang makhluk dengan hanya ada
satu indera’.Kemungkinan sebagian orang menganggap bahwa hanya merekalah yang
memiliki kecakapan khusus dan yang ingin melakukan segala sesuatu, tapi semua
anggota itu saling membutuhkan. Contohnya mata,
sekalipun berada di atas tangan,
tetapi mata butuh tangan. Bermegah-megah adalah sesuatu
yang tidak patut. Terlebih sesuatu yang lemah tidaklah harus ditiadakan.Bahkan
Paulus menulis jika ada anggota yang kurang dihormati, kurang elok patutlah
diberi perhatian khusus dengan kata lain tidak menghindar. Allah telah mengatur
hubungan anggota itu sehingga dalam melakukan pekerjaan mereka bekerja tanpa
pertentangan tentang mana yang lebih, melainkan bekerja sama dalam mencapai
tujuan. Selama umat Kristen berfungsi sebagai satu tubuh, semua anggotanya akan
merasa senasib dalam segala keuntungan dan kerugian.
12 : 27-31 : Perumpamaan
Paulus tentang tubuh diharapkan ditekankan kembali dengan pengharapan akan
diterapkan. Mereka masing-masing adalah
anggota-Nya mengartikan bahwa masing-masing memainkan peranan yang penting
dan bertanggung jawab. Allah yang
menetapkan mengartikan bahwa Allah yang memilih mereka dan memberikan
tempat untuk meneruskan maksud-Nya. Para Rasul adalah tokoh-tokoh utama d
dalam jemaat. Para Rasul menunjukkan
kepemimpinan rohani yang luar biasa, diurapi dengan kuasa untuk berhadapan
langsung dengan kuasa kegelapan. Para
Nabi memiliki kewajiban melayani bukan menguasai. Mereka (Para Rasul), merupakan pembertia dan
penafsir Firman Allah yang dipenuhi Roh, dipanggail Allah untuk melakukan
pelayanan. Setelah berbicara mengenai Paulus, Paulus menambahkan para pengajar. Mereka adalah orang-orang
yang bertobat dan dimenangkan oleh karena khotbah-khotbah para Rasul dan
pekabar Injil. Selanjutnya para pelayan yang disebutkan diperlukan dan
melengkapi. Mereka adalah orang-orang yang tugasnya adalah memberikan pertolongan
bagi orang miskin, janda, anak yatim-piatu dan orang asing. Adakah mereka semua Rasul? Nabi? Atau
pengajar?. Semua pertanyaan ini
mengharapkan jawaban negatif atau tidak, Paulus menekankan kepada penggunaan
karunia-karunia serta menitikberatkan kepada keanekaragaman dan saling
bergantung. Dengan kata lain Allah tidak menghendaki bahwa tiap orang berdiri
sendiri. Ia mengatur semuanya untuk saling membantu. Pada bagian akhir, Paulus
melanjutkan pembicaraan mengenai sebuah karunia yang lebih utama daripada semua
karunia yang lain. Bahayanya adalah bahwa mereka yang mempunyai karunia-karunia
yang berbeda akan berselisih satu dengan yang lain, sehingga menghalangi
pelayanan. Jalan yang lebih utama
untuk melayani, adalah kasih. Kasih merupakan satu-satunya hal yang dapat
mengikat jemaat ke dalam sebuah kesatuan.
Comments
Post a Comment