Posts

Showing posts with the label Blog

Membedah Yang Beda

Image
     Sejak ditetapkannya Pandu Sidang Raya pada bulan April lalu, sudah terlewati beberapa pertemuan dan pembekalan sebelum kumpul di Toraja. Pembekalan ini bukan tanpa tujuan. Arahnya sangat jelas, untuk membekali dan juga memberikan insight terhadap game floor- nya nanti saat kegiataan berlangsung. Jelas, konkrit dan terarah.      Tugas seorang pandu memanglah sangat fleksibel. Dia tidak terikat pada penugasaanya, tidak terikat pada tempat di mana dia ditugaskan. Dia terikat pada inisiatif dan fleksebilitasnnya. Kedua hal ini menjadi dasar dan kunci seorang Pandu bekerja.       Di Toraja, sekira ada 100 Pandu yang disediakan, setengah dari Sinode-Sinode anggota PGI dan yang lain diambil dari Gereja Toraja, tuan rumah kegiatan. Jumlah ini dinilai cukup untuk dapat membantu kegiatan Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja, Sidang MPH dan MPL, Roundtable Meeting dan Sidang Raya. Meskipun demikian, Satuan Tugas Pandu menganggap ini belu...

Mencari Titik Temu di Tengah Persimpangan

Image
Semakin hari semakin tegang. Hanya tinggal menghitung saja Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja diselenggarakan di Makale, Tana Toraja. Aplikasi yang sedianya membantu, dinilai bisa menjadi aktor utama chaos  nanti.       Kemarin pagi, kami mengikuti pembekalan kembali untuk aplikasi Sirampun, aplikasi yang dibuat oleh Panitia Sidang Raya untuk membantu jalannya seluruh kegiatan selama di Toraja. Fungsinya sudah jelas, membantu verifikasi, menampilkan dokumen-dokumen untuk dibahas, absensi. Meskipun demikian, fitur daftar peserta berpotensi menimbulkan tantangan antar-person  nanti. Fitur komunikasi dua arah ini ditimbang dapat mengalutkan para Pandu. Kalau lalai, kata panitia, 80% adalah salah pandu sendiri. Pandu dilimpahi tugas yang bagi saya sudah melebihi batas keasyikan. Menjadi pandu harus asyik dan menyenangkan, tulus menjalankan tugas dan tidak bisa menolak karena yang dilakukannya asyik dan menyenangkan.       Perkunjunga...

Menyapa Toraja di 2024

Image
      "Mari Pak, Taxi", "Mau ke mana?", "Sini saya antar Pak". Ajakan-ajakan itu menyambut saya dalam ketibaan saya di Bandara Sultan Hasanudin Makassar. TIdak ada yang salah tetapi tidak juga sepenuhnya dapat diterima. "Tidak terima kasih Pak, saya sudah ada yang akan menjemput," jawab halus saya. Saya bahkan berhenti dan menjawab. Tetapi beberapa driver dengan sengaja membuntuti sampai saya duduk di Circle K. Nongkrong  di Keberangkatan menjadi opsi mutakhir saya.       Setelah Kak Rosi dan Kak Debby tiba kami berangkat terpisah karena adanya salah komunikasi. Saya sendiri bersama dengan Pak Lucky. Supir rental mobil yang sudah akrab dengan jalur Makassar-Toraja. Orangnya baik dan mudah menjadi teman mengobrol selama perjalanan. Mungkin juga karena bertemu dengan orang baru tidak menjadi masalah baginya. 8 jam siap ditempuh.         Sepanjang perjalanan saya ditemani dengan Pesisir pantai di Kabupatan Barru. Indah d...

Sejarah Gerakan Oikumene Modern

Gerakan Oikumene modern ditandai dengan peristiwa Konferensi Pekabaran Injil di Edinburgh, Skotlandia tahun 1910. Untuk Selengkapnya   Klik Di sini!! Jangan lupa di share yahh. kalau ingin mengambil atau di copy mohon izin di komentar dulu yah baru download. Heheheh

Hidup Oleh Roh. Sulit tapi salut jika dapat menjalani. Roma 8-1-11.

Tidak semua orang mau dipimpin oleh Roh. Hidup yang mau dipimpin oleh Roh adalah jalan hidup yang susah (secara duniawi). Ketika keinginan daging mengusai kita, maka yang kita perbuat ialah menikmatinya. Kita enjoy dengan apa yang sementara kita perbuat. Kita berbuat jahat. Seringkali saya perhatikan bahwa ada beberapa orang yang bangga menceritakan tentang perbuatan jahatnya dari pada perbuatan baiknya. Orang dengan senangnya mencerikatan perbuatan buruknya (tidak semua orang). Saya pernah mendengar teman-teman saya berkata “nakal dulu baru sukses, bukan sukses dulu mau nakal”. Sebagian berpikir itu ada juga benarnya. Termasuk saya, tapi begaimana kalau kita ‘out of the box’ , apakah kita harus menjadi ‘nakal’ and then jadi ‘sukses’ ? Apakah kita harus melewati masa ‘kenakalan’ itu baru kita memperoleh kesuksesan? Bagaimana jika saya berkata : “Sukses mau datang ketika seseorang tidak nakal’ ? artinya bahwa kita tidak perlu melewati masa ‘nakal’ untuk menjadi sukses. Itulah kita, te...

Tafsiran 2 Samuel 21 : 1-14

Ø   Close Reading Ø   Ringkasan Perikop Ketika Daud memerintah atas Israel, terjadi kelaparan selama tiga tahun berturut-turut. Maka bertanyalah Daud kepada Tuhan. Tuhan menjawab bahwa kelaparan itu terjadi karena dosa yang diperbuat Saul ketika Saul membunuh orang-orang Gibeon. Maka segera Daud memanggil orang-orang Gibeon dan menanyakan apa yang harus ia perbuat agar kelaparan yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut ini bisa berakhir. Maka orang-orang Gibeon meminta 7 keturunan dari Saul. Karena Daud mengingat perjanjiannya dengan Yonatan. Maka Daud mengambil dua anak Rizpa binti Aya dan kelima anak Merab putri Saul. Mereka bertujuh dihukum gantung bersama-sama dan mati. Ketika itu, berkabunglah Rizpa. Ia mengambil kain karung, lalu ia menjaga mayat mereka. Ketika hal itu diketahui Daud, maka Daud mengambil tulang-tulang Yonatan dan Saul, lalu ia menguburkannya bersama-sama dengan tulang-tulang tujuh orang yang digantung itu. Maka Allah pun mengabulkan permint...

Tafsiran Hakim-Hakim 4

HAKIM-HAKIM 4:1-24 1.        Close Reading 2.       Ringkasan Teks Setelah Ehud meninggal, maka orang Israel pun berbuat apa yang jahat pula. Yabin adalah raja Kanaan, penglima tentaranya ialah Sisera. Mereka berdua sangat kejam dalam hal memerintah. Termasuk bangsa Israel pun ditetapkan menjadi budak mereka. Maka Allah tidak tinggal diam atas peristiwa ini. Tuhan memakai Debora untuk mengutus Barak berperang melawan Yabin dan Sisera. Pada awalnya Barak takut tetapi setalah meminta tolong Debora untuk menemaninya maka Barak pun siap untuk berperang. Sisera membwa 900 kereta kuda dan pasukan-pasukan-nya dalam medan perang, sedangkan Barak maju dengan 10.000 orang mengikuti dia. Maka dalam peperangan Tuhan memihak pada Israel dan dipukul kalah-lah Sisera. Tetapi Sisera lari dan bersembunyi di rumah orang Keni, Heber. Tapi pada saat itu yang ada di rumah hanyalah isterinya, yakni Yael. Mulanya Yael menolong Sisera yang sedang ada dalam ...