Posts

Showing posts from November, 2018

PRESENTASI #2 : Kopi Hitam

Image
Presentasi Dia membuat dirinya tak terbatas pada ranah fantasinya. Harinya adalah suatu rangka panggung tempatnya konser dan menerima sorakan euoforia dari para pujaan, bak bongkahan gula, digilai digandrungi oleh semut. Begitulah ia menjadi gula, entah siapa yang yang berani mengan g katnya tidak diketahui. Gula ini sangat berat. Kopi itu masih panas, tidak secepat itu benda cair masuk dalam kenikmatan rangkaian kopi dalam tubuh Ivan dan Maji. Natalia membawa iklim berbeda bagi Ivan, baginya hujan dengan dengan rombongan airnya, terik dengan tegang mengikat, dingin dengan kejemawaan suhu, tidak dapat menyaingi keteduhan pagi Natalia, kehangatan siang Natalia dan Keindahan malam Natali a . Baginya Natalia adalah garis putus-putus yang tinggal dilengkapi beberapai tinta ( baca : cinta) untuk memastikan garis itu membangun korelasi intensif guna program penyatuan hati. Ivan pun, kaget tak tentu melihat wanita dengan nama lengkap Natalia Rahayu ini berjalan dalam   kan...

DIKSI #1 : Mereka Yang Terlibat

Image
Mereka Yang Terlibat Terkikis abrasi pikirannya, tak tau jumpa apa pada akhirnya. Begitulah Ivan membuat dirinya tertegun melihat plastik terbang melewatinya dibawah angin seperti harapanmu yang terus terbang entah mendarat ke hati siapa yang berkenan menjadi pangkuannya. What’s App-nya berdering pertanda ada pesan masuk. ‘Van, yuk kampus.’, suatu tulisan bersifat membujuk (biasa disebut kalimat persuasif) kiriman dari teman Ivan bernama Maji. “Malas ah Ji, pasti dosen malas masuk, kecewa gua” , begitulah dibalas Ivan beserta emoticon pengindah isi pesan. “Dosennya atau kamu yang malas masuk?’ , singgung Maji pada Ivan. “Hahahah, okelah. Tunggu gue mau siap-siap”, balas Ivan menutup percakapannya sama seperti kamu yang menutup hubungan kita dengan kata tunggu (bagi sebagian orang, tunggu adalah rela yang berharap ditidakkan untuk didengar). Keadaan kampus adalah suatu fatamorgana bak tiada kenihilan tugas yang berdatangan dan tak kunjung bertemu ujungnya. Tapi Maya a...