PRESENTASI #2 : Kopi Hitam
Presentasi
Dia membuat dirinya tak terbatas pada ranah
fantasinya. Harinya adalah suatu rangka panggung tempatnya konser dan menerima sorakan
euoforia dari para pujaan, bak bongkahan gula, digilai digandrungi oleh semut.
Begitulah ia menjadi gula, entah siapa yang yang berani mengangkatnya tidak diketahui.
Gula ini sangat berat.
Kopi itu masih panas, tidak secepat itu
benda cair masuk dalam kenikmatan rangkaian kopi dalam tubuh Ivan dan Maji. Natalia
membawa iklim berbeda bagi Ivan, baginya hujan dengan dengan rombongan airnya, terik
dengan tegang mengikat, dingin dengan kejemawaan suhu, tidak dapat menyaingi
keteduhan pagi Natalia, kehangatan siang Natalia dan Keindahan malam Natalia. Baginya Natalia adalah
garis putus-putus yang tinggal dilengkapi beberapai tinta (baca : cinta) untuk memastikan garis itu membangun korelasi
intensif guna program penyatuan hati.
Ivan pun, kaget tak
tentu melihat wanita dengan nama lengkap Natalia Rahayu ini berjalan dalam kantin. Sayangnya arah langkah kakinya terus
berjalan membidik jalan keluar laksana cintamu yang tak si dia usik menata
ruang hatimu. Karakter orang seperti Ivan yang tetap berspekulasi dengan program
penataan hatinya membelokkan arah langkah kaki Natalia.
“Hey..” Diusahakannya menyapa Natalia tapi tidak diladeni.
Mungkin tidak terdengar oleh Natalia.
Untuk kedua kalinya Ivan membesarkan aspirasi
hatinya lewat vokal.
“Hey...” Kali ini Natalia berpaling dari target pintu
keluar dan berburu asal suara tadi.
Dia mendapati Ivan sebagai sentrum suara itu.
“Hey
tayo, hey tayooo” (sambil
dinyanyikan) begitulah tingkah usil Ivan.
“Kamu tuh
Van, buat gua ‘terkets’ aja”. Balas
Natalia sebagai tanggapannya.
Natalia kembali
memfokuskan diri menuju pintu keluar kantin. Dua laki-laki tertawa karena badung
mereka berhasil. Tingkah usil mereka berdua memang terkenal di teman-teman
mahasiswa lainnya. Setalah menikmati kopi hitam yang mereka berdua pesan tadi,
saatnya mereka pulang kembali ke kost mereka masing-masing.
Dalam perjalanan pulang,
biasanya Ivan menumpang Maji memakai kendaraan beroda dua yang lebih mudah
dibaca motor. Mereka berdua memutari kota yang berada pada ketinggian kira-kira
900-1100 meter dari permukaan laut (dpl), diapit oleh 2 gunung berapi aktif,
yaitu Gunung Lokon (1.580 m) dan Gunung Mahawu (1.311 m). Data berasal dari
wikipedia agar supaya jelas sumbernya ibarat sumber sayangku padamu yang terus
bergulat dengan sumber sayang yang lain. Berusaha memvariasi kisah cinta tapi
sudah tahu apa yang diharapkan dikatakan, karena suatu kesengajaan yang
dibenarkan tapi kebenaran malas dituntut padahal cinta perlu diparut.
Tomohon itu adalah kamu.
Terlalu tinggi untuk digapai, terlalu banyak yang mengawasimu bahkan gunung pun
berusaha menyaingiku. Banyak yang belum kutemui darimu. Setiap hari tetap ada
yang membuatku curiga bahwa kamu sebenarnya adalah keindahan itu.
Tunggu, aku sudahi di
sini ceritanya, aku mau menelepon Tuhan dan berkata kepadanya bahwa salah satu
malaikatnya yang jatuh, sudah ku temukan.
Comments
Post a Comment