Tenunan kain oleh seorang ibu di Kampung Prai Ijing, Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, lantas menjadi karya otentik dari Sandal Wood Island. Nampak ia begitu serius menenun setiap benang sehingga menjadi sebuah kain yang enak dipandang. Tidak serta merta ia mengaharapkan kain ini selesai dalam waktu seketika. Ia sadar, bahwa perlu proses sekurangnya satu bulan bagi kain itu digunakan. Suasana dataran eksotik tanah sumba serta terik matahari menyambut ratusan peserta Sidang Raya yang berusaha terus menenun komitmen keesaan yang dibangun sejak 25 Mei 1950. Alotnya percakapan dalam gedung Pdt. Hapu Mbay menghiasi jumpa oikoumenis yang diselenggarakan lima tahun sekali. Sungguh benar tenunan itu tidak mudah diselesaikan, tapi itu perlu! Jumpa kita, adalah jumpa rasa, sampai jumpa rasa tak bernama tak pelak lalu lalang dalam setiap perjumpaan di tempat makan sampai tempat mengambil kopi tepat di depan gedungnya. Hujan argumen menggemburu bak tapakan seribu kaki kuda ...