Posts

Showing posts from 2024

Membedah Yang Beda

Image
     Sejak ditetapkannya Pandu Sidang Raya pada bulan April lalu, sudah terlewati beberapa pertemuan dan pembekalan sebelum kumpul di Toraja. Pembekalan ini bukan tanpa tujuan. Arahnya sangat jelas, untuk membekali dan juga memberikan insight terhadap game floor- nya nanti saat kegiataan berlangsung. Jelas, konkrit dan terarah.      Tugas seorang pandu memanglah sangat fleksibel. Dia tidak terikat pada penugasaanya, tidak terikat pada tempat di mana dia ditugaskan. Dia terikat pada inisiatif dan fleksebilitasnnya. Kedua hal ini menjadi dasar dan kunci seorang Pandu bekerja.       Di Toraja, sekira ada 100 Pandu yang disediakan, setengah dari Sinode-Sinode anggota PGI dan yang lain diambil dari Gereja Toraja, tuan rumah kegiatan. Jumlah ini dinilai cukup untuk dapat membantu kegiatan Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja, Sidang MPH dan MPL, Roundtable Meeting dan Sidang Raya. Meskipun demikian, Satuan Tugas Pandu menganggap ini belu...

Mencari Titik Temu di Tengah Persimpangan

Image
Semakin hari semakin tegang. Hanya tinggal menghitung saja Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja diselenggarakan di Makale, Tana Toraja. Aplikasi yang sedianya membantu, dinilai bisa menjadi aktor utama chaos  nanti.       Kemarin pagi, kami mengikuti pembekalan kembali untuk aplikasi Sirampun, aplikasi yang dibuat oleh Panitia Sidang Raya untuk membantu jalannya seluruh kegiatan selama di Toraja. Fungsinya sudah jelas, membantu verifikasi, menampilkan dokumen-dokumen untuk dibahas, absensi. Meskipun demikian, fitur daftar peserta berpotensi menimbulkan tantangan antar-person  nanti. Fitur komunikasi dua arah ini ditimbang dapat mengalutkan para Pandu. Kalau lalai, kata panitia, 80% adalah salah pandu sendiri. Pandu dilimpahi tugas yang bagi saya sudah melebihi batas keasyikan. Menjadi pandu harus asyik dan menyenangkan, tulus menjalankan tugas dan tidak bisa menolak karena yang dilakukannya asyik dan menyenangkan.       Perkunjunga...

Menyapa Toraja di 2024

Image
      "Mari Pak, Taxi", "Mau ke mana?", "Sini saya antar Pak". Ajakan-ajakan itu menyambut saya dalam ketibaan saya di Bandara Sultan Hasanudin Makassar. TIdak ada yang salah tetapi tidak juga sepenuhnya dapat diterima. "Tidak terima kasih Pak, saya sudah ada yang akan menjemput," jawab halus saya. Saya bahkan berhenti dan menjawab. Tetapi beberapa driver dengan sengaja membuntuti sampai saya duduk di Circle K. Nongkrong  di Keberangkatan menjadi opsi mutakhir saya.       Setelah Kak Rosi dan Kak Debby tiba kami berangkat terpisah karena adanya salah komunikasi. Saya sendiri bersama dengan Pak Lucky. Supir rental mobil yang sudah akrab dengan jalur Makassar-Toraja. Orangnya baik dan mudah menjadi teman mengobrol selama perjalanan. Mungkin juga karena bertemu dengan orang baru tidak menjadi masalah baginya. 8 jam siap ditempuh.         Sepanjang perjalanan saya ditemani dengan Pesisir pantai di Kabupatan Barru. Indah d...

Inside Out Definitely NOT FOR KIDS!

Image
My girlfriend and I watched one of the biggest animated releases ever recently in the theater. Inside Out has been providing fans with crucial intimacy. Riley's eyes showed the simultaneous emotions of Joy, Sadness, Disgust, Anger, and Fear. Despite the sporadic life events, Riley's has developed into an ideal representation of her age-related problems, with an addition of Anxiety, Envy, Embarrassment, Ennui and Nostalgic. Inside Out 2 director Kelsey Mann considered the film as primarily about anxiety being taken over. Riley is shown battling her feelings, having to make a tough decision, and colliding with a world she had never known before. It seems like anxiety is taking over. Riley battling Anxiety is definitely not for kids.  I never thought this movie would have a complete studio silence moment in the theater. That line, "When we grow up, maybe we experience less of Joy," was really great. It was a lovely moment. It certainly struck deeply for everyone. WE ARE ...