Mencari Titik Temu di Tengah Persimpangan



Semakin hari semakin tegang. Hanya tinggal menghitung saja Pertemuan Raya Pemuda dan Perempuan Gereja diselenggarakan di Makale, Tana Toraja. Aplikasi yang sedianya membantu, dinilai bisa menjadi aktor utama chaos nanti. 

    Kemarin pagi, kami mengikuti pembekalan kembali untuk aplikasi Sirampun, aplikasi yang dibuat oleh Panitia Sidang Raya untuk membantu jalannya seluruh kegiatan selama di Toraja. Fungsinya sudah jelas, membantu verifikasi, menampilkan dokumen-dokumen untuk dibahas, absensi. Meskipun demikian, fitur daftar peserta berpotensi menimbulkan tantangan antar-person nanti. Fitur komunikasi dua arah ini ditimbang dapat mengalutkan para Pandu. Kalau lalai, kata panitia, 80% adalah salah pandu sendiri. Pandu dilimpahi tugas yang bagi saya sudah melebihi batas keasyikan. Menjadi pandu harus asyik dan menyenangkan, tulus menjalankan tugas dan tidak bisa menolak karena yang dilakukannya asyik dan menyenangkan. 



    Perkunjungan Pandu ke beberapa venue tempat pelaksanaan Pertemuan Raya dan Sidang Raya pula menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, kesiapannya belum siap. Berharap semoga disegerakan secepatnya. Lokasi Pembukaan Sidang Raya tergolong kecil bagi saya yang sudah pernah mengikuti akbarnya Pembukaan Sidang Raya di Sumba, 2019.

    Hari kami ditutup dengan sharing dengan Bang Abdiel, anggota MPH-PGI unsur Pemuda, mantan kepala Biro Pemuda Remaja PGI. Banyak hal yang dia sampaikan dan memotivasi saya serta rekan-rekan pandu yang lain. "If I were you, I'd never missed any opportunities," katanya. 

    Mencari titik temu di tengah persimpangan memang sangatlah menantang. Semoga tetap berproses terus menerus. Semangat Panitia, semangat Pandu.

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Buku Sejarah Pikiran & Praktek Pendidikan Agama Kristen - Robert Boehlke Ph.D

Khotbah mengenai 1 Petrus 3 : 13-22

Khotbah Mazmur 146 : 1-10