Cerpen Diri Sendiri : Semua Baru!
SEMUA BARU
P
|
agi yang
indah untuk mengawali hariku. Dengan penuh semangat aku langsung membereskan
tempat tidurku dan bergegas pergi mandi karena waktu telah menunjukan jam 05:30
WIB. Pikirku dalam hati:
“waktuku
untuk mandi 30 menit, waktuku untuk sarapan dan memakai sepatupun 30 menit,
jadi kira-kira aku siap ke sekolah pada pukul 06:30 WIB, oh tidak aku bisa-bisa
terlambat nih”.
Dengan
mempercepat gerakanku aku pergi mandi kemudian sarapan. Tak lama kemudian:
“pih, ayo kita berangkat, mih Gina pergi dulu
yah” ujarku.
Hampir
saja aku terlambat karena sesampainya aku di sekolah satpam sedang menutup
gerbang. Dengan langkah setengah berlari aku pergi ke kelasku. Aduh sial banget
aku hari ini ternyata di kelas sudah ada guru. Sekujur tubuhku mulai lemas
karena yang berada di dalam kelas adalah Ibu. Dewi ia adalah guru matematika
untuk kelas kami. Baiklah aku menyerah pada saat ini aku akan masuk di ruang BK
hanya karena aku terlambat dan aku mendapat hukuman untuk tidak masuk kelas
sampai istirahat nanti.
Kring,,,
kring,,, kring,,,,
bel
tanda istirahat sudah berbunyi itu tandanya aku sudah bisa masuk di kelas.
Sesampainya di kelas aku langsung di komentari oleh temanku:
“Gina,
mengapa kamu terlambat?” ujar cha-cha.
“begini
cha aku tuh terlambat karena tadi macet terus bangun terlambat” (sambil
senyum-senyum)
“ih kamu
mah kebiasaan deh bangun telat terus udah tau-tau Bandung kalo pagi pasti ada
jalan yang macet masih aja bangun telat” Ujar cha-cha.
“iya-iya
aku janji deh udah gak bakal bangun telat lagi”
“betul
yah”
“iya-iya”
“oke,
gimana kalo kita bikin kesepakatan?”
“kesepakatan
apa nih?”
“besok
siapa yang datang duluan di antara kita berdua bakal diteraktirin sama yang
datang terlambat”
“oke aku
siap”
Keesokan harinya jam 05:00 WIB aku
telah bangun
“pastinya
aku bisa datang sekolah lebih cepat dari cha-cha” ujarku dalam hati. Yah itulah
salah satu kalimat penyemangatku.
Sesampainya di kelas ternyata
temanku cha-cha sudah ada lebih dulu.
“yah cha
kenapa kamu sudah datang?”
“iya
dong kitakan berlomba, jadi harus capat-cepat”
“kamu
sih lambat banget jadi keduluan sama aku deh” (dengan nada mengejek).
Karena
aku yang kalah jadi terpaksa aku harus menbayarnya makan.
Bel
tanda selesai sekolah pun berbunyi, itu tandanya aku harus menyiapkan uangku
untuk mentraktir temanku.
“Cha,
kita makan di tempat bakso langganan kita aja yah?”
“oke”
“ayo
kita pergi sekarang supaya tidak buang-buang waktu”.
Sesampainya
di tempat makan kami langsung memesan 2 mangkok mie ayam bakso.
Jam sudah menunjukan jam 15:30 WIB.
“oke,
sudah waktuku untuk pulang” ujarku
“iya aku
juga sudah akan pulang”.
Sampai
di rumah jam sudah menunjukan jam 16:30. Rasa takutku semakin membara, untung
ketika aku sampai di rumah kedua orang tuaku belum pulang. Jadi aku tidak akan
kena marah.
“senangnya
sampai rumah mamih papih belum ada jadi tidak akan dimarahi” ujarku dalam hati.
Pada
jam makan malam kami satu keluarga berkumpul semua. Ayahku mengangkat
pembicaraan katanya:
“Gina,
pada bulan Desember nanti kita akan pindah di Kalimantan, jadi Gina sudah harus
memilih sekolah mana yang akan Gina tempati nantinya di sana”
“apa?
Mengapa kita harus pindah di Kalimantan, kan disana tidak enak!”
“yah
mungkin itu sudah merupakan jalan TUHAN untuk kita sekeluarga”
“tapi…
Gina nggak bisa pisah dengan cha-cha”
Karena
suasana sudah tidak enak selesai makan aku langsung lari ke kamar dan menelepon
temanku untuk menceritakan semuanya.
Keesokan harinya saatku dikelas aku tidak bisa konsentrasi belajar
kerena memikirkan bahwa aku tinggal 3 minggu lagi di sekolah ini dan akan
pindah di Kalimantan .
“oh
tidak dalam jangka waktu yang sudah tidak lama lagi aku harus move on dari
sekolah ini”
2
minggu berlalu….
Saat makan malam bersama aku mengungkapkan isi hatiku bahwa aku lebih memilih untuk pindah di Menado dan tinggal bersama nenekku di sana daripada aku harus tinggal di Menado. Kedua orang tuaku berpikir panjang untuk mengijinkanku. Tapi akhirnya mereka mengijinkanku untuk pindah di Menado saja.
Saat makan malam bersama aku mengungkapkan isi hatiku bahwa aku lebih memilih untuk pindah di Menado dan tinggal bersama nenekku di sana daripada aku harus tinggal di Menado. Kedua orang tuaku berpikir panjang untuk mengijinkanku. Tapi akhirnya mereka mengijinkanku untuk pindah di Menado saja.
Pada
hari terakhir aku masuk di sekolah itu untuk menimba ilmu aku di berikan
kenangan oleh teman sekelasku mereka memberikaku boneka yang berwarna biru.
Betapa senangnya diriku karena mereka sayang padaku buktinya aku diberikan
kenang-kenang oleh mereka.
Sore harinya ketika aku sedang
mempersiapkan barang-barangku temanku yang bernama Cha-cha datang di rumah
untuk saling bertukar kado dan juga sebagai pertemuan terakhir kami.
“betapa
sedihnya harus berpisah dengan sahabat karibku”
Keesokan harinya aku sudah tidak
masuk sekolah karena aku sudah harus pergi ke bandara pada.
Saat
di pesawat aku sempat berfikir bahwa keputusanku salah tetapi aku juga tidak
suka pindah di Kalimantan jadi lebih baikku coba dulu jalani keputusan yang
telah aku ambil ini.
Ketika aku sampai di sana suasana
kotanya sangatlah berbeda. Tetepi tak apalah yang penting aku bisa tiggal
dengan nyaman di sana. Aku sampai di kota itu malam hari, jadi aku tidak bisa
menikmati pemandangan kotanya karena gelap.
Keesokan harinya saat aku sedang
menikmati susu putih hangatku di teras beberapa teman yang kuperkirakan
seumuran denganku datang untuk berkenalan denganku.
“hay,
namaku Ribka” (sambil menjulurkan
tangannya)
“oh hay namaku
Regina” ujarku
“kenalkan
ini Eva, Sofi, Nhay, dan Gratia”
“senang
bertemu dengan dengan kalian”
“jadi
kamu akan sekolah di mana besok?”
“aku
akan sekolah di SMP KRISTEN, oh ya kalian sekolah di mana?”
“kebetulan
kami berlima juga sekolah di sana”
“bagus
deh jadi kita bisa pergi ke sekolah bersama-sama”
“iya,
besok sebelum ke sekolah aku akan menjemputmu yah”
“ok”
“kami
pulang dulu yah”
Keesokan
harinya pada jam 06:30 WITA aku telah siap untuk pergi ke sekolah.
“Gina,
kesekolah yuk”
Terdengar
suara ribka memanggilku. Akupun langsung keluar dan menemuinya.
Sesampainya di kelas aku duduk di
sampingnya Eva. Setelah guru masuk aku
diperintahkan untu memperkenalkan diriku di depan kelas. Dengan secepat mungkin
aku maju di depan kelas untuk memperkenalkan diriku.
“perkenalkan
nama saya Regina, saya pindahan dari SMP NEGERI 11 BANDUNG.”
“silahkan
duduk, pada saat ini kita akan memulaikan pelajaran” ujar guru itu.
4 jam pelajaran telah berlalu dan bel
tanda isterahat telah sel berbunyi. Selama isterahat teman-temanku menghampiri
untuk pergi ke kantin, aku pun pergi dan makan di sana. Tapi aku tidak terlalu
menikmati makanan itu karena ada sesuatu yang aku pikirkan. Yang aku pikirkan
adalah pada saat ini aku telah menjalani kehidupan baru, aku mempunyai teman
baru, sekolah baru, rumah baru, tetangga baru dan semuanya telah baru.
Mulai saat ini aku akan berjanji
pada diriku sendiri untuk merubah cara hidupku yang lama menjadi yang lebih
baik dan menjalani keputusanku ini dengan suka cita.
***
BIODATA
Nama Nama :
Regina Martha Karin Pitoy
TTL TTL :
Tomohon, 16 Mei 1999
Hobi Hobi :
Berenang
Motto Motto : Melupakan masa lalu yang sudah berlalu dan
membuka lembaran baru pada hari baru pula.
Nama Sekolah : SMA Kr.2 BINSUS TOMOHON
Asal
mantap Gan!
ReplyDeleteNice Story.. (y)
ReplyDelete