Eceng Gondok ringkasan


Apa , siapa , mengapa , dimana ,kapan bagaimana
           Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuwan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi diSungai Amazon Brasil. 
            Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya.
            Eceng gondok yang mulai marak di danau tondano juga menjadi suatu masalah yang sangat besar bagi pemerintah setempat .danau ini diapit oleh pegunungan lembean, gunung kaweng, bukit tampusu, dan gunung masarang, luas danau ini mencapai 4.278ha. eceng gondok dikenal sebagai Gulma air atau tumbuhan yang menganggu suatu ekosistem air terlebih danau tondano . di danau tondano keberadaan eceng gondok sudah tidak asing lagi bagi masyarakat setempat , bahkan di sekitaran danau telah banyak di bangun rumah makan yang dapat merusak ekosistem danau yang mempersempit danau tersebut .
            Eceng gondok juga mempunyai banyak dampak yang buruk bagi danau tondano, banyak yang telah di lakukan pemerintah setempat dalam mengatasi eceng gondok tersebut seperti diamanatkan oleh Undang-undang Dasar 1945 ; tanah, air dan udara dilindungi oleh Negara. Realita yang terjadi pada situasi terakhir Danau Tondano yakni Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa dan Sulut yang merupakan Penanggung jawab Danau Tondano. Pada tahun 2011 pemerintah telah mengalokasikan sekitar Rp 1.000.000.000 untuk mengupayakan hilangnya tumbuhan gulma ini dan pada tahun 2013 di adakan pembasmian eceng gondok ini di danau tondano dengan biaya Rp.60.000.000.000 namun sampai sekarang upaya upaya yang di lakukan pemerintah tidak berhasil membuat eceng gondok itu lenyap dari danau tondano .
            Dampak yang di hasilkan karena adanya tanaman gulma ini adalah Tumbuhan Eceng Gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan pada danau, menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air, mengganggu lalu lintas (transportasi) air. 

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Buku Sejarah Pikiran & Praktek Pendidikan Agama Kristen - Robert Boehlke Ph.D

Khotbah mengenai 1 Petrus 3 : 13-22

Laporan PPL 2017 - Gereja Anglikan Batam, 'Church of The True Light