Laporan PPL 2017 - Gereja Anglikan Batam, 'Church of The True Light
Bab I
Pendahuluan
Pendahuluan
A. Latar
Belakang
Praktek
Pengenalan Lapangan yang disingkat PPL adalah program yang diadakan setiap
tahun oleh Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Semua
mahasiswa Fakultas Teologi wajib mengikuti PPL agar dapat memasuki tahap
praktek selanjutnya yakni Kuliah Kerja Nyata yang disingkat KKN. Meskipun wajib
diikuti oleh semua mahasiswa tetapi syarat yang harus dipenuhi adalah telah
mencapai 80 SKS dan lulus mata kuliah praktek. Disadari bahwa mahasiswa akan
kaya bukan hanya dengan teori tetapi juga dengan pengalaman yang diperoleh
melalui praktek. Hal ini penting sebagai persiapan untuk menjadi pelayan yang
diterjemahkan dalam berbagai profesi.
Adapun
hubungan kerja sama terus dijaga oleh gereja-gereja pengutus. Sehingga setiap
tahun dalam PPL mahasiswa diutus untuk melayani di wilayah pelayanan yang
berbeda-beda mulai dari Sabang sampai Merauke, salah satunya adalah Church of The True Light, Gereja Anglikan Indonesia,
Diocese of Singapore.
Yang untuk pertama kalinya dapat berkenan menerima peserta PPL dari Fakultas
Teologi UKIT. Selain untuk belajar mahasiswa diberikan
kesempatan untuk dapat merefleksikan maksud dan tujuan kedatangannya yakni
berperan aktif dan berkerja dengan jemaat di tempat praktek.
Dalam
melakukan praktek ini mahasiswa ada di bawah pengawasan Church of The True Light, Gereja Anglikan Indonesia.
Ketika melaksanakan praktek kita perlu memberikan timbal balik berupa
catatan-catatan penting yang dapat menjadi acuan kita dalam mengevaluasi diri
dan pelayanan. Inilah yang menjadi landasan penulis menyusun laporan PPL ini.
Bukan sekedar memenuhi administrasi untuk melakukan pelaporan, tetapi menjadi
bahan untuk perberkembangan dan kemajuan bersama.
B. Maksud
dan Tujuan
Pertama,
adalah memenuhi aturan administrasi yang dikeluarkan sebelum pelaksanaan PPL.
Kedua, bukti pelayanan yang penulis lakukan terhitung dari tanggal 18 Juni – 25
Juli 2017. Ketiga, bukan sesuatu yang salah untuk menulis dan melaporkan,
karena melalui hal itu kita memperoleh sesuatu yang nampak dan dapat dijangkau.
Keempat, menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar wilayah dan kondisi pelayanan
yang berbeda-beda.
C. Metode
Pembuatan Laporan
Cara
menentukan hasil karena itu laporan ini boleh dibuat melalui metode yang
digunakan mulai dari paling mendasar yakni pengamatan langsung terhadap jemaat.
kemudian, ada pula diskusi dan wawancara bersama anggota jemaat dalam setiap
kesempatan yang tersedia.
D. Sistematika
Penulisan
Bab
I. Pendahuluan :
Menjelaskan
dasar pembuatan laporan, maksud dan tujuan mengapa laporan ini perlu dibuat,
serta metode yang digunakan untuk menyusun dan menyeselesaikan penulisan
laporan ini.
Bab
II. Gambaran Umum Lokasi Praktek :
Dalam hal ini lokasi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,
Indonesia. Kemudian, gambaran kota Batam yang di dalamnya ada Gereja Anglikan
Batam, The Church of The True Light.
Bab
III. Kegiatan Pelayanan Mahasiswa :
Semua
hal yang menyangkut pelayanan, apa saja kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa
berkaitan dengan memberikan pelayanan
kepada jemaat dan masyarakat baik bersifat religi dan sosial akan dijelaskan
dalam bagian ini.
Bab
IV. Analisis dan Refleksi :
Setiap
aktivitas pelayanan yang dilakukan tentu mempunyai gambaran dan kajiannya
masing-masing karena itu perlu diuraikan dalam bagian ini analisis dan
refleksi. Selain itu, untuk menilai sejauh mana mahasiswa mampu melihat dan
peduli terhadap kondisi jemaat.
Bab
V. Penutup
:
Berbagai
saran kemudian tindak lanjut jika dipandang perlu dan harus itulah yang akan
dijelaskan dalam bab ini. Saran dan tindak lanjut perlu agar dapat saling
mengevaluasi dan membenahi diri untuk sesuatu yang lebih berguna dan bijaksana.
Bab
II
Gambaran
Umum Lokasi Praktek
A. Gambaran
Umum Kepulauan Riau
Kepulauan
Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia.
Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kambojadi
sebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan
Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan;
Negara Singapura, Malaysia dan
provinsi Riau di
sebelah barat. Provinsi ini termasuk provinsi kepulauan di Indonesia.
Secara
keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten, dan 2 kota, 47
kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil
yang 30% belum bernama, dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar
252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.
Kepri memiliki potensi sumber daya alam
mineral, dan energi yang relatif cukup besar, dan bervariasi baik berupa bahan
galian A (strategis) seperti minyak bumi, dan gas alam, bahan galian B (vital)
seperti timah, bauksit, dan pasir besi, maupun bahan galian golongan C seperti
granit, pasir, dan kuarsa.[1]
B. Gambaran
Umum Kota Batam
Kota Batam adalah
sebuah kota terbesar
di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.
Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau
kecil lainnya di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka. Pulau Batam, Rempang,
dan Galang terkoneksi oleh Jembatan Barelang.
Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per 2015, jumlah
penduduk Batam mencapai 1.037.187 jiwa.
Batam merupakan salah satu kota
dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran
internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan
langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Sebagai kota terencana,
Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam),
kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk
Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat
Mata pencaharian di Batam sangat bervariasi, tapi selama
di Batam, penulis memperhatikan bahwa pekerjaan wiraswasta dan pelaut menjadi
pekerjaan sebagian umum masyarakat di Kota Batam ini. Tidak sedikit juga
masyarakat di Kota Batam bekerja di luar negeri. Ada yang tinggal lalu balik,
ada juga yang bolak-balik setiap hari Batam-Singapore. Selain agama Kristen, di
kota Batam juga ada agama Islam yang berstatus sebagai mayoritas, Hindu,
Buddha, Katolik, Kong Hu Chu. [2]
C. Gambaran
Umum Jemaat Anglikan Batam ‘Church of The True
Light’ Batam
1) Sejarah
23 april 2008, dimulai gereja ini.
Pelayanan GAI sebenarnya mulai dari tahun 2005 di Singapore dengan fokus kepada
Komunitas Pelaut dan Tenaga Kerja Wanita Indonesia. GAI tidak dimulai langsung
sebagai sebuah jemaat yang tetap, melainkan berawal dari sebuah fellowship. Ada sekitar 10-15 orang pada
awal kegiatan ini. Pada awal ahun 2009, ide untuk memulai pelayanan di Batam
muncul. Hal ini terdorong oleh karena keluarga para pelaut yang berdomisili di
Batam. Fellowship pertama di kota
Batam dihadiri oleh para keluarga pelaut dan anggota jemaat awal. Dan akhirnya
23 april 2009 gereja memulai pelayanan di kota Batam. Gereja terus bertumbuh
dengan jemaat sekarang yang tidak hanya terdiri dari Kominitas Keluarga Pelaut,
tetapi juga jemaat yang bekerja di Batam. Meski tempat beribadah
berpindah-pindah tempat dan belum memilki tempat yang permanen (sampai penulis
menulis laporan ini), tapi para Hamba Tuhan terus memberi diri dalam rangka
pertumbuhan jemaat secara kuantitas pun secara kualitas iman.
|
2) Bidang
Pelayanan
·
Bidang Persekutuan
1). Komsel
Ibadah Komsel
(Cell Group) dilakukan rutin. Pelaksanaan waktu ibadah komsel disesuaikan
dengan pos masing-masing yaitu, Batam Center 1&2, Batu Aji, Bengkong, Tiban
dan Punggur. Dalam Komsel penyampaian firman Tuhan dalam bentuk khotbah,
pendalaman alkitab, sharing. Bahan Firman Tuhan berasal dari Lectionary Gereja
Anglikan.
2). Persekutuan Wanita
Ibadah mingguan
dua sekali sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh pengurus. Visitasi oelh
pengurus PW kepada anggota PW yang berulang tahun, sakit, kemalangan, kedukaan,
melahirkan dan yang lebih dari tiga kali pertemuan tidak hadir.
3). Pelayanan Anak
Pelayanan anak
sangat diseriusi oleh gereja ini. Bukan berarti yang lain tidak, tapi gereja
berusaha menanamkan Firman Allah dari dini. Ada beberapa program yang telah
dilaksanakan dan juga dipersiapkan untuk dilaksanakan.
4). Pelayanan Remaja
Koordinator
Remaja yaitu Ps. Victor Kansil. Ibadah bergantian, 2 minggu sekali di gereja
dan 2 minggu sekali dirumah anak-anak remaja sesuai jadwal yang sudah
ditentukan. Pada minggu terakhir, di akhir bulan diadakan pelatihan WL dan
musik gereja untuk remaja yang akan dikoordinir oleh Ibu Sugiarty dan Pak Demer
Banua.
5). Pelayanan Pemuda
Ibadah pemuda
diadakan 2 minggu sekali. Tempat disesuaikan dengan jadwal yang dibuat oleh
pengurus yang dikoordinir oleh Bpk. Lewi Kelus dan Bpk. Daniel Silitonga.
6). Alpha Course
Alpha Course in
diadakan setiap hari jumat pukul 18.00 wib di gereja. Alpha Course adalah salah
satu metode penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa.
7). Ibadah Doa dan Puasa
Ibadah Doa dan
Puasa diadakan setiap hari sabtu pukul 13.00 wib. Ibadah ini melibatkan seluruh
jemaat sekaligus dengan doa persiapan pelayanan untuk hari minggu.
·
Bidang Diakonia
1. Seluruh kegiatan pelayanan diakonia dananya bersumber
dari persembahan jemaat di kotak yang disediakan setiap minggunya di gereja.
2. Bagi anggota jemaat yang sakit, maka akan diberikan
diakonia sebesar Rp. 200.00,- . diakonia sakit hanya akan diberikan kepada
anggota jemaat yang sudah mengisi form pendaftaran. Bagi jemaat yang melahirkan
akan diberikan bingkisan berupa perlengkapan bayi dan ibu. Untuk jemaat yang
sakit tapi tidak dirawat, akan diberikan buah tangan.
3. Diakonia janda dan lansia akan diberikan 1x dalam setahun
pada hari natal. Apabila ada kedukaan, baik itu anggota jemaat dan orant tua
kandung akan diberikan diakonia kedukaan sebesar Rp. 500.000,- , karangan bunga
dan peti.
4. Tahun 2017 setiap keluarga akan diberikan kartu biru yang
ditujukan sebagai dana natal jemaat, berjumlah Rp. 70.000,- yang wajib
dibayarkan setiap bulan.
·
Bidang Kesaksian
1. Ibadah bersama anak-anak dari panti asuhan Pistos dalam
persekutuan remaja setiap hari sabtu, 2 minggu sekali.
2. Setiap hari selasa, pukul 17.00 wib, dilaksanakan ibadah
selasa ceria di wilayah-wilayah Batam Center, Batu Aji dan Bengkong yang
meyoritas kehadiran anak-anak yang bukan berasal dari jemaat COTL, tapi
penduduk sekitar.
|
Bab III
Kegiatan Pelayanan Mahasiswa Praktek
Pada waktu rombongan peserta PPL di Gereja Anglikan COTL
tiba di kota Batam, kami disambut dengan baik oleh jemaat. Demikian, sejak 18
Juni-25 Juli kami diberikan kesempatan untuk melaksanakan Yudisium kami yang
sejati.
·
Persiapan Pelayanan
Gereja Anglikan Church Of The True Light, selalu
memperhatikan persiapan sebelum melakukan pelayanan. Karena disadari bahwa
Tuhan-lah yang menjadi tamu dalam ibadah. Maka sebelum melakukan pelayanan,
diadakan persiapan. Di bidang anak dan remaja, setiap hari kamis diadakan
persiapan untuk mengajar anak dan remaja. Diskusi dibuka dengan membaca Alkitab
sebagai pedoman, serta dilanjutkan dengan tanya jawab seputar pembahasan
Alkitab. Setelah itu ada diskusi mengenai program kedepan yang akan
dilaksanakan nantinya. Bukan hanya persiapan untuk pelayanan anak dan remaja.
Tetapi pada hari sabtu juga diadakan persiapan untuk pelayanan hari minggu. Ada
sedikit Penelaan Alkitab yang biasanya dipimpin oleh yang akan menjadi khadim
pada hari minggu besoknya dan pada hari sabtu juga ada program untuk melakukan
puasa bagi yang akan bertugas hari minggu, meskipun belum terlaksana dengan
baik.
·
Ibadah Kebaktian Minggu
Ibadah
dimulai tepat pukul 09.00 WITA. Sehari
sebelum bertugas di hari minggu, para petugas melakukan persiapan juga melakukan
seharing Firman Tuhan yang difasilitasi oleh pembawa firman di hari minggu
besoknya. Pembacaan Alkitab di ambil pada Lectionary Page yang telah disusun
oleh pihak Gereja Anglikan Pusat, lectionarypage.net.
Puji Tuhan, penulis mendapat kesempatan untuk dipakai menjadi pembawa
firman pada tanggal 16 Juli 2017. Pada minggu pertama (18 Juni 2017), penulis beserta rombongan menghadiri
kebaktian minggu di Gereja Anglikan COTL Singapore dan pada tanggal 2 Juli,
penulis pun beserta rombongan dari vocal group,
Anglican Voice memenuhi undangan dari St. Andrew School di Singapore untuk
mengisi acara di St. Andrew Hall.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Minggu
|
5
kali menghadiri: 18 Juni, 25 Juni, 9
Juli, 16 Juli, 23 Juli.
|
·
Ibadah Komsel
Dalam ibadah komsel, penulis melakukan khotbah dengan
bentuk sharing yang diawali dengan pembahasan latar belakang. Hal ini dilakukan
agar jemaat terbiasa untuk sharing firman Tuhan, tidak malu bertanya tentang
apa maksud dari firman Tuhan, sharing pengalaman. Di sisi lain juga, pemimpin
ibadah dapat lebih mengenal anggota jemaatnya.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Komsel
|
Memimpin
ibadah di komsel Tiban, Batam Center, Bengkong, Batu Aji.
|
·
Ibadah di Pelayanan Anak
Untuk melayani di aras anak, terlebih dahulu dilakukan
persiapan mengajar pada hari kamis setiap minggunya. Pelayanan anak pada hari
minggu dibagi menjadi 3 kelas. Kelas kecil, tengah dan besar. Penulis dan teman
yang lain juga sempat melayani anak-anak yang bukan anggota jemaat di COTL.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Pelayanan Anak
|
Membawa cerita : 1 kali, kelas kecil.
Memimpin pujian : 1 kali, kelas gabung.
Pengiring lagu : 2 kali. Di gereja dan pada anak-anak
yang bukan anggota jemaat COTL.
|
·
Ibadah di Pelayanan Remaja
Selama
penulis berada di COTL, ibadah remaja difasilitasi oelh kami mahasiswa. Dalam
pelayanan firman, metode yang kami gunakan ialah khotbah dalam bentuk games
tanpa melupakan unsur hermeneutiknya. Games dibuat mengikuti pembacaan. Di akhir khotbah, dilakukan sharing tentang firman Tuhan.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah Pelayanan Remaja
|
1
kali menghadiri :
Ibadah dipimpin oleh Sdri. Tesa dan Sdri Vinny.
1 kali berkhotbah : Ibadah gabungan dengan Panti Asuhan
Pistos.
|
·
Pemuda
Ibadah
pemuda dilaksanakan 2 minggu sekali di
hari minggu. Pada tanggal 24 Juni, ibadah dipimpin oleh para Pastor dan
mahasiswa dari salah satu sekola tinggi teologia di Amerika Serikat yang
melakukan pelayanan di Indonesia. Pada saat itu, penulis dan rekan-rekan yang
lain menjadi petugas dalam ibadah tersebut.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Pelayanan Pemuda
|
1 kali menjadi singer’s
: 24 Juni, pemimpin ibadah dari Amerika Serikat.
1 Kali menghadiri : 9 Juli, ibadah dipimpin oleh Sdri.
Tesa dan Sdr. Herby.
|
·
Persekutuan Wanita
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Persekutuan Wanita
|
1
kali menghadiri : 24 Juli, ibadah dipimpin oleh Sdr. Aldy dan Sdr. Daniel.
|
·
Perjamuan Kudus
Pada tanggal 16 Juli 2017, dilaksanakan perjamuan kudus
yang dipimpin oleh Revd. Ferry Tumelap didampingi oleh Priest Warden, Bpk. Lewi.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Perjamuan Kudus
|
16
Juli 2017 bersama seluruh jemaat yang telah dikonfirmasi (sidi).
|
·
Kunjungan dan
Pendampingan Keluarga yang Berduka
Di
Jemaat Gereja Anglikan para pelayan
perlu memberikan sentuhan pelayanan bagi keluarga yang masih berdukacita dengan
pendampingan dan penghiburan.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Kunjungan dan Pendampingan Keluarga yang Berduka
|
1 kali meghadiri : Ibadah dipimpin oleh Ps. Victor.
|
·
Ibadah Syukur
Perkunjungan HUT
Tujuan
pelaksanaan ibadah ini ialah supaya anggota jemaat dapat mengucap syukur di
hari ulang tahunnya secara pribadi atau keluarga.
Jenis Kegiatan
|
Keterangan
|
Ibadah
Syukur Perkunjungan HUT
|
Menghadiri ibadah: 16 Juni di Pantai Mirota, ulang tahun dari Ibu. Juliana
Pitoy-Hontong. Ibadah dipimpin oleh Revd. Tumelap.
|
·
Pemberkatan Nikah
Pada tanggal 7 Juli 2017, kami menghadiri Perberkatan
Nikah dari Sdr. Rein dan Sdri. Tinneke. Ibadah permberkatan dilaksanakan di
Gereja dan dipimpin oleh Revd. Ferry Tumelap. Dan resepsi dilakukan di Golden
Prawn, Bengkong Laut. Kami mengisi acara dengan membawakan pujian bersama-sama
dengan guru-guru sekolah minggu, mengingat Sdri. Tinneke adalah seorang Guru
Sekolah Minggu.
·
International Youth
Night
Kami diundang oleh St. Andrew School untuk mengisi acara
di St. Andrew’s Hall di Singapore. Kegiatan ini adalah yang pertama dilakukan
oleh pihak St. Andrew School. Bernamakan Anglican Voice, kami membawakan lagu :
Bila ku lihat bintang gemerlapan dan lagu aransemen sendiri, Blessing after
Blessing. Hal ini disambut meriah oleh pimpinan Sekolah juga siswa-siswi yang
bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga ada yang dari Thailand, Vietnam,
Kamboja, Myanmar, Singapore.
·
Kegiatan Jemaat
1. Mengikuti kegiatan Youth Camp ‘Unity in Diversity’ di pantai Nongsa. Kegiatan diikuti oleh
muda-mudi dari Gereja-gereja partner COTL juga anak-anak panti asuhan Pistos. Kegiatan
dilaksanakan 22-23 Juni. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk semangat
pelayanan para muda-mudi Kristen. Kegiatan ini rencananya akan dilkasanakan
rutin setiap tahun. Dalam kegiatan ini kami mahasiswa PPL hadir sebagai peserta
dan mengikuti semua acara yang telah dipersiapkan panitia. Kami sangat
mengapresiasi kegiatan ini, karena selain memupuk rasa kebersamaan dalam
pembagian tim/kelompok, acara ini juga disuguhkan dengan materi-materi yang
luar biasa diberikan kepada para peserta.
Bab
IV
Analisis
dan Refleksi
A. Analisis
Umum
1. Pelayanan
Jemaat
Setiap
hal yang “direkam” oleh penulis selama melakukan pelayanan di Jemaat Anglikan COTL, mengahasilkan banyak wawasan yang luas
dan pengalaman bagi penulis. Banyak pengalaman yang Tuhan perkenankan dialami
oleh penulis selama masa PPL di Gereja Anglikan COTL. Jemaat ini adalah jemaat
unik yang memulai pelayanan dari Komunitas Para Keluarga Pelaut yang selama ini
penulis perhatikan tidak banyak dirangkul oleh beberapa gereja sebagai.
Semangat Hamba Tuhan dalam merangkul jemaat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan
jemaat, baik secara kuantitas, maupun kualitas iman. Jemaat yang masih
tergolong ‘planting church’ ini
terbuka bagi setiap orang tanpa memandang latar belakangnya. Meskipun dimulai
dari persekutuan komunitas para pelaut, bukan berarti kedepannya gereja ini hanya
untuk komunitas para pelaut. Kehadiran Gereja Anglikan COTL ini dipandang
penulis sebagai sarana persekutuan iman.
Dengan demikian, jemaat ini akan mencapai kemajuan dalam pemeliharaan Allah,
serta bertumbuh dalam seluruh aspek perkenanan Tuhan Allah.
B. Refleksi
Pelayanan
Gereja merupakan suatu persekutuan umat
yang Am. Tidak terbatas pada suatu golongan
tertentu, atau bisa kita sebut dengan universal. Gereja yang hidup, adalah
gereja yang bersaksi tentang Kristus di dunia ini (Kis 1:8). Gereja terpanggil
untuk melaksanakan amanat agung yang diberikan Kristus (Mat 28:19-20) “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Hal ini menjadi refleksi pelayanan gereja yang ditunjukkan oleh adanya
tanggung jawab pelayanan dan rasa mau bersekutu, bersaksi dan melayani.
Siap bersaksi dalam rangka
pertumbuhan iman, menjadi dasar pelayanan yang ingin terus dikembangkan. Dan
Roh Kudus menjadi penggerak kita untuk mau menjalankan amanat rohani tersebut.
Iman menjadi dasar dari segala pelayanan yang dilakukan. Kita diajak untuk
mengimani bahwa ketika kita mau dan siap untuk menjalankan misi pelayanan
Allah, maka kita pasti dimampukan. Terus menujukkan konsistensi dalam komitmen
yang ada dalam diri seorang pelayan menjadi kunci ibadah yang sejati. Dengan
segala keberagaman kehidupan manusia kita sering terpaut dengan pilihan lebih
baik memberlakukan kehendak dunia. Namun, doa yang selalu kita ungkapkan
mengingatkan kita kepada sebuah komitmen dalam pelayanan yang harus selalu
mewarnai perjalanan hidup kita. Untuk apa kita hidup di dunia ini? Apa yang
hendak kita capai? Kita hidup dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.
Bab V
Penutup
A. Saran
Pelayanan
Umum Jemaat
Penulis
percaya bahwa gereja yang adalah kumpulan umat Allah selalu ingin mengalami
perkembangan dan kemajuan. Tetapi, menjadi catatan bahwa sekali lagi fokus kita
untuk memberlakukan kehendak Allah karena itu pemahaman teologi yang baik,
benar, dan bertanggung jawab harus selalu dibahas dan dilakukan bersama. Tidak
hanya terfokus pada urusan gereja sebagai organisasi tetapi juga sebagai
persekutuan orang percaya. Karena bukan
ibadah kita yang layak melainkan ibadah kita yang relevan. Artinya bahwa,
mengaktualisasikan firman itu dalam keseharian. Sehingga kedepannya meski ada persoalan tidak
akan sampai pada perbedaan yang harus memisahkan melainkan pada penyelesaian
yang mengokohkan. Berbagai program
telah dicanangkan, meski ada beberapa yang ‘pending’.
Tetapi pelayanan yang tertunda bukan berarti mati, tapi menunggu waktu untuk
dieksekusi. Laksanakanlah setiap program secara
bertanggung jawab, sambil berharap Tuhan
akan terus menyertai kita dalam setiap pekerjaan tugas tanggung jawab yang kita
jalani di dunia yang fana ini.
Kepustakaan
LAI,
Alkitab dengan Kidung Jemaat,
Jakarta: LAI, 2011
Sumber
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam
\
Comments
Post a Comment