Laporan PPL 2017 - Gereja Anglikan Batam, 'Church of The True Light

Bab I
Pendahuluan
A.      Latar Belakang
Praktek Pengenalan Lapangan yang disingkat PPL adalah program yang diadakan setiap tahun oleh Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon. Semua mahasiswa Fakultas Teologi wajib mengikuti PPL agar dapat memasuki tahap praktek selanjutnya yakni Kuliah Kerja Nyata yang disingkat KKN. Meskipun wajib diikuti oleh semua mahasiswa tetapi syarat yang harus dipenuhi adalah telah mencapai 80 SKS dan lulus mata kuliah praktek. Disadari bahwa mahasiswa akan kaya bukan hanya dengan teori tetapi juga dengan pengalaman yang diperoleh melalui praktek. Hal ini penting sebagai persiapan untuk menjadi pelayan yang diterjemahkan dalam berbagai profesi.
Adapun hubungan kerja sama terus dijaga oleh gereja-gereja pengutus. Sehingga setiap tahun dalam PPL mahasiswa diutus untuk melayani di wilayah pelayanan yang berbeda-beda mulai dari Sabang sampai Merauke, salah satunya adalah Church of The True Light, Gereja Anglikan Indonesia, Diocese of Singapore. Yang untuk pertama kalinya dapat berkenan menerima peserta PPL dari Fakultas Teologi UKIT. Selain untuk belajar mahasiswa diberikan kesempatan untuk dapat merefleksikan maksud dan tujuan kedatangannya yakni berperan aktif dan berkerja dengan jemaat di tempat praktek.
Dalam melakukan praktek ini mahasiswa ada di bawah pengawasan Church of The True Light, Gereja Anglikan Indonesia. Ketika melaksanakan praktek kita perlu memberikan timbal balik berupa catatan-catatan penting yang dapat menjadi acuan kita dalam mengevaluasi diri dan pelayanan. Inilah yang menjadi landasan penulis menyusun laporan PPL ini. Bukan sekedar memenuhi administrasi untuk melakukan pelaporan, tetapi menjadi bahan untuk perberkembangan dan kemajuan bersama.




B.       Maksud dan Tujuan
Pertama, adalah memenuhi aturan administrasi yang dikeluarkan sebelum pelaksanaan PPL. Kedua, bukti pelayanan yang penulis lakukan terhitung dari tanggal 18 Juni – 25 Juli 2017. Ketiga, bukan sesuatu yang salah untuk menulis dan melaporkan, karena melalui hal itu kita memperoleh sesuatu yang nampak dan dapat dijangkau. Keempat, menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar wilayah dan kondisi pelayanan yang berbeda-beda.
C.       Metode Pembuatan Laporan
Cara menentukan hasil karena itu laporan ini boleh dibuat melalui metode yang digunakan mulai dari paling mendasar yakni pengamatan langsung terhadap jemaat. kemudian, ada pula diskusi dan wawancara bersama anggota jemaat dalam setiap kesempatan yang tersedia.
D.      Sistematika Penulisan
Bab I. Pendahuluan                                             :          
Menjelaskan dasar pembuatan laporan, maksud dan tujuan mengapa laporan ini perlu dibuat, serta metode yang digunakan untuk menyusun dan menyeselesaikan penulisan laporan ini.
Bab II. Gambaran Umum Lokasi Praktek           :
Dalam hal ini lokasi Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Kemudian, gambaran kota Batam yang di dalamnya ada Gereja Anglikan Batam, The Church of The True Light.
Bab III. Kegiatan Pelayanan Mahasiswa             :
Semua hal yang menyangkut pelayanan, apa saja kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa berkaitan dengan memberikan pelayanan kepada jemaat dan masyarakat baik bersifat religi dan sosial akan dijelaskan dalam bagian ini.            
Bab IV. Analisis dan Refleksi                             :
Setiap aktivitas pelayanan yang dilakukan tentu mempunyai gambaran dan kajiannya masing-masing karena itu perlu diuraikan dalam bagian ini analisis dan refleksi. Selain itu, untuk menilai sejauh mana mahasiswa mampu melihat dan peduli terhadap kondisi jemaat.


Bab V. Penutup                                      
                                        :
Berbagai saran kemudian tindak lanjut jika dipandang perlu dan harus itulah yang akan dijelaskan dalam bab ini. Saran dan tindak lanjut perlu agar dapat saling mengevaluasi dan membenahi diri untuk sesuatu yang lebih berguna dan bijaksana.



























Bab II
Gambaran Umum Lokasi Praktek
A.      Gambaran Umum Kepulauan Riau
Kepulauan Riau adalah sebuah provinsi di Indonesia. Provinsi Kepulauan Riau berbatasan dengan Vietnam dan Kambojadi sebelah utara; Malaysia dan provinsi Kalimantan Barat di timur; provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di selatan; Negara SingapuraMalaysia dan provinsi Riau di sebelah barat. Provinsi ini termasuk provinsi kepulauan di Indonesia.
Secara keseluruhan wilayah Kepulauan Riau terdiri dari 4 kabupaten, dan 2 kota, 47 kecamatan serta 274 kelurahan/desa dengan jumlah 2.408 pulau besar, dan kecil yang 30% belum bernama, dan berpenduduk. Adapun luas wilayahnya sebesar 252.601 km², sekitar 95% merupakan lautan, dan hanya sekitar 5% daratan.
Kepri memiliki potensi sumber daya alam mineral, dan energi yang relatif cukup besar, dan bervariasi baik berupa bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi, dan gas alam, bahan galian B (vital) seperti timah, bauksit, dan pasir besi, maupun bahan galian golongan C seperti granit, pasir, dan kuarsa.[1]
B.       Gambaran Umum Kota Batam
Kota Batam adalah sebuah kota terbesar di Provinsi Kepulauan RiauIndonesia. Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau BatamPulau Rempang dan Pulau Galang dan pulau-pulau kecil lainnya di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka. Pulau Batam, Rempang, dan Galang terkoneksi oleh Jembatan Barelang. Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per 2015, jumlah penduduk Batam mencapai 1.037.187 jiwa.
Batam merupakan salah satu kota dengan letak yang sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang sangat dekat dan berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia. Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat
Mata pencaharian di Batam sangat bervariasi, tapi selama di Batam, penulis memperhatikan bahwa pekerjaan wiraswasta dan pelaut menjadi pekerjaan sebagian umum masyarakat di Kota Batam ini. Tidak sedikit juga masyarakat di Kota Batam bekerja di luar negeri. Ada yang tinggal lalu balik, ada juga yang bolak-balik setiap hari Batam-Singapore. Selain agama Kristen, di kota Batam juga ada agama Islam yang berstatus sebagai mayoritas, Hindu, Buddha, Katolik, Kong Hu Chu. [2]

C.       Gambaran Umum Jemaat Anglikan Batam ‘Church of The True Light’ Batam
1)   Sejarah
     23 april 2008, dimulai gereja ini. Pelayanan GAI sebenarnya mulai dari tahun 2005 di Singapore dengan fokus kepada Komunitas Pelaut dan Tenaga Kerja Wanita Indonesia. GAI tidak dimulai langsung sebagai sebuah jemaat yang tetap, melainkan berawal dari sebuah fellowship. Ada sekitar 10-15 orang pada awal kegiatan ini. Pada awal ahun 2009, ide untuk memulai pelayanan di Batam muncul. Hal ini terdorong oleh karena keluarga para pelaut yang berdomisili di Batam. Fellowship pertama di kota Batam dihadiri oleh para keluarga pelaut dan anggota jemaat awal. Dan akhirnya 23 april 2009 gereja memulai pelayanan di kota Batam. Gereja terus bertumbuh dengan jemaat sekarang yang tidak hanya terdiri dari Kominitas Keluarga Pelaut, tetapi juga jemaat yang bekerja di Batam. Meski tempat beribadah berpindah-pindah tempat dan belum memilki tempat yang permanen (sampai penulis menulis laporan ini), tapi para Hamba Tuhan terus memberi diri dalam rangka pertumbuhan jemaat secara kuantitas pun secara kualitas iman. 

2)   Bidang Pelayanan
·         Bidang Persekutuan
1). Komsel
   Ibadah Komsel (Cell Group) dilakukan rutin. Pelaksanaan waktu ibadah komsel disesuaikan dengan pos masing-masing yaitu, Batam Center 1&2, Batu Aji, Bengkong, Tiban dan Punggur. Dalam Komsel penyampaian firman Tuhan dalam bentuk khotbah, pendalaman alkitab, sharing. Bahan Firman Tuhan berasal dari Lectionary Gereja Anglikan.
2). Persekutuan Wanita
   Ibadah mingguan dua sekali sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh pengurus. Visitasi oelh pengurus PW kepada anggota PW yang berulang tahun, sakit, kemalangan, kedukaan, melahirkan dan yang lebih dari tiga kali pertemuan tidak hadir.
3). Pelayanan Anak
   Pelayanan anak sangat diseriusi oleh gereja ini. Bukan berarti yang lain tidak, tapi gereja berusaha menanamkan Firman Allah dari dini. Ada beberapa program yang telah dilaksanakan dan juga dipersiapkan untuk dilaksanakan.
4). Pelayanan Remaja
   Koordinator Remaja yaitu Ps. Victor Kansil. Ibadah bergantian, 2 minggu sekali di gereja dan 2 minggu sekali dirumah anak-anak remaja sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pada minggu terakhir, di akhir bulan diadakan pelatihan WL dan musik gereja untuk remaja yang akan dikoordinir oleh Ibu Sugiarty dan Pak Demer Banua. 
5). Pelayanan Pemuda
   Ibadah pemuda diadakan 2 minggu sekali. Tempat disesuaikan dengan jadwal yang dibuat oleh pengurus yang dikoordinir oleh Bpk. Lewi Kelus dan Bpk. Daniel Silitonga.

6). Alpha Course
   Alpha Course in diadakan setiap hari jumat pukul 18.00 wib di gereja. Alpha Course adalah salah satu metode penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa.
7). Ibadah Doa dan Puasa
   Ibadah Doa dan Puasa diadakan setiap hari sabtu pukul 13.00 wib. Ibadah ini melibatkan seluruh jemaat sekaligus dengan doa persiapan pelayanan untuk hari minggu.
·         Bidang Diakonia
1.      Seluruh kegiatan pelayanan diakonia dananya bersumber dari persembahan jemaat di kotak yang disediakan setiap minggunya di gereja.
2.      Bagi anggota jemaat yang sakit, maka akan diberikan diakonia sebesar Rp. 200.00,- . diakonia sakit hanya akan diberikan kepada anggota jemaat yang sudah mengisi form pendaftaran. Bagi jemaat yang melahirkan akan diberikan bingkisan berupa perlengkapan bayi dan ibu. Untuk jemaat yang sakit tapi tidak dirawat, akan diberikan buah tangan.
3.      Diakonia janda dan lansia akan diberikan 1x dalam setahun pada hari natal. Apabila ada kedukaan, baik itu anggota jemaat dan orant tua kandung akan diberikan diakonia kedukaan sebesar Rp. 500.000,- , karangan bunga dan peti.
4.      Tahun 2017 setiap keluarga akan diberikan kartu biru yang ditujukan sebagai dana natal jemaat, berjumlah Rp. 70.000,- yang wajib dibayarkan setiap bulan.

·         Bidang Kesaksian
1.      Ibadah bersama anak-anak dari panti asuhan Pistos dalam persekutuan remaja setiap hari sabtu, 2 minggu sekali.
2.      Setiap hari selasa, pukul 17.00 wib, dilaksanakan ibadah selasa ceria di wilayah-wilayah Batam Center, Batu Aji dan Bengkong yang meyoritas kehadiran anak-anak yang bukan berasal dari jemaat COTL, tapi penduduk sekitar.

Bab III
Kegiatan Pelayanan Mahasiswa Praktek
Pada waktu rombongan peserta PPL di Gereja Anglikan COTL tiba di kota Batam, kami disambut dengan baik oleh jemaat. Demikian, sejak 18 Juni-25 Juli kami diberikan kesempatan untuk melaksanakan Yudisium kami yang sejati.

·         Persiapan Pelayanan
Gereja Anglikan Church Of The True Light, selalu memperhatikan persiapan sebelum melakukan pelayanan. Karena disadari bahwa Tuhan-lah yang menjadi tamu dalam ibadah. Maka sebelum melakukan pelayanan, diadakan persiapan. Di bidang anak dan remaja, setiap hari kamis diadakan persiapan untuk mengajar anak dan remaja. Diskusi dibuka dengan membaca Alkitab sebagai pedoman, serta dilanjutkan dengan tanya jawab seputar pembahasan Alkitab. Setelah itu ada diskusi mengenai program kedepan yang akan dilaksanakan nantinya. Bukan hanya persiapan untuk pelayanan anak dan remaja. Tetapi pada hari sabtu juga diadakan persiapan untuk pelayanan hari minggu. Ada sedikit Penelaan Alkitab yang biasanya dipimpin oleh yang akan menjadi khadim pada hari minggu besoknya dan pada hari sabtu juga ada program untuk melakukan puasa bagi yang akan bertugas hari minggu, meskipun belum terlaksana dengan baik.

·         Ibadah Kebaktian Minggu
Ibadah dimulai tepat pukul 09.00 WITA. Sehari sebelum bertugas di hari minggu, para petugas melakukan persiapan juga melakukan seharing Firman Tuhan yang difasilitasi oleh pembawa firman di hari minggu besoknya. Pembacaan Alkitab di ambil pada Lectionary Page yang telah disusun oleh pihak Gereja Anglikan Pusat, lectionarypage.net. Puji Tuhan, penulis mendapat kesempatan untuk dipakai menjadi pembawa firman pada tanggal 16 Juli 2017. Pada minggu pertama (18 Juni 2017),  penulis beserta rombongan menghadiri kebaktian minggu di Gereja Anglikan COTL Singapore dan pada tanggal 2 Juli, penulis pun beserta rombongan dari vocal group, Anglican Voice memenuhi undangan dari St. Andrew School di Singapore untuk mengisi acara di St. Andrew Hall.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Minggu
5 kali menghadiri: 18 Juni, 25 Juni, 9 Juli, 16 Juli, 23 Juli.

·         Ibadah Komsel
Dalam ibadah komsel, penulis melakukan khotbah dengan bentuk sharing yang diawali dengan pembahasan latar belakang. Hal ini dilakukan agar jemaat terbiasa untuk sharing firman Tuhan, tidak malu bertanya tentang apa maksud dari firman Tuhan, sharing pengalaman. Di sisi lain juga, pemimpin ibadah dapat lebih mengenal anggota jemaatnya.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Komsel
Memimpin ibadah di komsel Tiban, Batam Center, Bengkong, Batu Aji.


·         Ibadah di Pelayanan Anak
Untuk melayani di aras anak, terlebih dahulu dilakukan persiapan mengajar pada hari kamis setiap minggunya. Pelayanan anak pada hari minggu dibagi menjadi 3 kelas. Kelas kecil, tengah dan besar. Penulis dan teman yang lain juga sempat melayani anak-anak yang bukan anggota jemaat di COTL.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Pelayanan Anak
Membawa cerita : 1 kali, kelas kecil.
Memimpin pujian : 1 kali, kelas gabung.
Pengiring lagu : 2 kali. Di gereja dan pada anak-anak yang bukan anggota jemaat COTL.


·         Ibadah di Pelayanan Remaja
Selama penulis berada di COTL, ibadah remaja difasilitasi oelh kami mahasiswa. Dalam pelayanan firman, metode yang kami gunakan ialah khotbah dalam bentuk games tanpa melupakan unsur hermeneutiknya. Games dibuat mengikuti pembacaan. Di akhir khotbah, dilakukan sharing tentang firman Tuhan.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Pelayanan Remaja
1 kali menghadiri : Ibadah dipimpin oleh Sdri. Tesa dan Sdri Vinny.
1 kali berkhotbah : Ibadah gabungan dengan Panti Asuhan Pistos.


·         Pemuda
Ibadah pemuda dilaksanakan 2 minggu sekali di hari minggu. Pada tanggal 24 Juni, ibadah dipimpin oleh para Pastor dan mahasiswa dari salah satu sekola tinggi teologia di Amerika Serikat yang melakukan pelayanan di Indonesia. Pada saat itu, penulis dan rekan-rekan yang lain menjadi petugas dalam ibadah tersebut.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Pelayanan Pemuda
1 kali menjadi singer’s : 24 Juni, pemimpin ibadah dari Amerika Serikat.
1 Kali menghadiri : 9 Juli, ibadah dipimpin oleh Sdri. Tesa dan Sdr. Herby.


·         Persekutuan Wanita
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Persekutuan Wanita
1 kali menghadiri : 24 Juli, ibadah dipimpin oleh Sdr. Aldy dan Sdr. Daniel.


·         Perjamuan Kudus
Pada tanggal 16 Juli 2017, dilaksanakan perjamuan kudus yang dipimpin oleh Revd. Ferry Tumelap didampingi oleh Priest Warden, Bpk. Lewi.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Perjamuan Kudus
16 Juli 2017 bersama seluruh jemaat yang telah dikonfirmasi (sidi).

·         Kunjungan dan Pendampingan Keluarga yang Berduka
Di Jemaat Gereja Anglikan para pelayan perlu memberikan sentuhan pelayanan bagi keluarga yang masih berdukacita dengan pendampingan dan penghiburan.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Kunjungan dan Pendampingan Keluarga yang Berduka
1 kali meghadiri : Ibadah dipimpin oleh Ps. Victor.

·         Ibadah Syukur Perkunjungan HUT
Tujuan pelaksanaan ibadah ini ialah supaya anggota jemaat dapat mengucap syukur di hari ulang tahunnya secara pribadi atau keluarga.
Jenis Kegiatan
Keterangan
Ibadah Syukur Perkunjungan HUT
Menghadiri ibadah: 16 Juni di Pantai Mirota, ulang tahun dari Ibu. Juliana Pitoy-Hontong. Ibadah dipimpin oleh Revd. Tumelap.

·         Pemberkatan Nikah
Pada tanggal 7 Juli 2017, kami menghadiri Perberkatan Nikah dari Sdr. Rein dan Sdri. Tinneke. Ibadah permberkatan dilaksanakan di Gereja dan dipimpin oleh Revd. Ferry Tumelap. Dan resepsi dilakukan di Golden Prawn, Bengkong Laut. Kami mengisi acara dengan membawakan pujian bersama-sama dengan guru-guru sekolah minggu, mengingat Sdri. Tinneke adalah seorang Guru Sekolah Minggu.

·         International Youth Night
Kami diundang oleh St. Andrew School untuk mengisi acara di St. Andrew’s Hall di Singapore. Kegiatan ini adalah yang pertama dilakukan oleh pihak St. Andrew School. Bernamakan Anglican Voice, kami membawakan lagu : Bila ku lihat bintang gemerlapan dan lagu aransemen sendiri, Blessing after Blessing. Hal ini disambut meriah oleh pimpinan Sekolah juga siswa-siswi yang bukan hanya dari Indonesia, melainkan juga ada yang dari Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Singapore.

·         Kegiatan Jemaat
1.      Mengikuti kegiatan Youth Camp ‘Unity in Diversity’ di pantai Nongsa. Kegiatan diikuti oleh muda-mudi dari Gereja-gereja partner COTL juga anak-anak panti asuhan Pistos. Kegiatan dilaksanakan 22-23 Juni. Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk semangat pelayanan para muda-mudi Kristen. Kegiatan ini rencananya akan dilkasanakan rutin setiap tahun. Dalam kegiatan ini kami mahasiswa PPL hadir sebagai peserta dan mengikuti semua acara yang telah dipersiapkan panitia. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena selain memupuk rasa kebersamaan dalam pembagian tim/kelompok, acara ini juga disuguhkan dengan materi-materi yang luar biasa diberikan kepada para peserta.
Bab IV
Analisis dan Refleksi
A.      Analisis Umum
1.      Pelayanan Jemaat

Setiap hal yang “direkam” oleh penulis selama melakukan pelayanan di Jemaat Anglikan COTL, mengahasilkan banyak wawasan yang luas dan pengalaman bagi penulis. Banyak pengalaman yang Tuhan perkenankan dialami oleh penulis selama masa PPL di Gereja Anglikan COTL. Jemaat ini adalah jemaat unik yang memulai pelayanan dari Komunitas Para Keluarga Pelaut yang selama ini penulis perhatikan tidak banyak dirangkul oleh beberapa gereja sebagai. Semangat Hamba Tuhan dalam merangkul jemaat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jemaat, baik secara kuantitas, maupun kualitas iman. Jemaat yang masih tergolong ‘planting church’ ini terbuka bagi setiap orang tanpa memandang latar belakangnya. Meskipun dimulai dari persekutuan komunitas para pelaut, bukan berarti kedepannya gereja ini hanya untuk komunitas para pelaut. Kehadiran Gereja Anglikan COTL ini dipandang penulis sebagai sarana persekutuan iman. Dengan demikian, jemaat ini akan mencapai kemajuan dalam pemeliharaan Allah, serta bertumbuh dalam seluruh aspek perkenanan Tuhan Allah.











B.       Refleksi Pelayanan
Gereja merupakan suatu persekutuan umat yang Am. Tidak terbatas pada suatu golongan tertentu, atau bisa kita sebut dengan universal. Gereja yang hidup, adalah gereja yang bersaksi tentang Kristus di dunia ini (Kis 1:8). Gereja terpanggil untuk melaksanakan amanat agung yang diberikan Kristus (Mat 28:19-20) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Hal ini menjadi refleksi pelayanan gereja yang ditunjukkan oleh adanya tanggung jawab pelayanan dan rasa mau bersekutu, bersaksi dan melayani.
Siap bersaksi dalam rangka pertumbuhan iman, menjadi dasar pelayanan yang ingin terus dikembangkan. Dan Roh Kudus menjadi penggerak kita untuk mau menjalankan amanat rohani tersebut. Iman menjadi dasar dari segala pelayanan yang dilakukan. Kita diajak untuk mengimani bahwa ketika kita mau dan siap untuk menjalankan misi pelayanan Allah, maka kita pasti dimampukan. Terus menujukkan konsistensi dalam komitmen yang ada dalam diri seorang pelayan menjadi kunci ibadah yang sejati. Dengan segala keberagaman kehidupan manusia kita sering terpaut dengan pilihan lebih baik memberlakukan kehendak dunia. Namun, doa yang selalu kita ungkapkan mengingatkan kita kepada sebuah komitmen dalam pelayanan yang harus selalu mewarnai perjalanan hidup kita. Untuk apa kita hidup di dunia ini? Apa yang hendak kita capai? Kita hidup dari Dia, oleh Dia, dan untuk Dia.







Bab V
Penutup
A.      Saran
Pelayanan Umum Jemaat
Penulis percaya bahwa gereja yang adalah kumpulan umat Allah selalu ingin mengalami perkembangan dan kemajuan. Tetapi, menjadi catatan bahwa sekali lagi fokus kita untuk memberlakukan kehendak Allah karena itu pemahaman teologi yang baik, benar, dan bertanggung jawab harus selalu dibahas dan dilakukan bersama. Tidak hanya terfokus pada urusan gereja sebagai organisasi tetapi juga sebagai persekutuan orang percaya. Karena bukan ibadah kita yang layak melainkan ibadah kita yang relevan. Artinya bahwa, mengaktualisasikan firman itu dalam keseharian.  Sehingga kedepannya meski ada persoalan tidak akan sampai pada perbedaan yang harus memisahkan melainkan pada penyelesaian yang mengokohkan. Berbagai program telah dicanangkan, meski ada beberapa yang ‘pending’. Tetapi pelayanan yang tertunda bukan berarti mati, tapi menunggu waktu untuk dieksekusi. Laksanakanlah setiap program secara bertanggung jawab, sambil berharap Tuhan akan terus menyertai kita dalam setiap pekerjaan tugas tanggung jawab yang kita jalani di dunia yang fana ini.
















Kepustakaan
LAI, Alkitab dengan Kidung Jemaat, Jakarta: LAI, 2011

Sumber

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam

\



[1] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Provinsi_Kepulauan_Riau

[2] https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Batam

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Buku Sejarah Pikiran & Praktek Pendidikan Agama Kristen - Robert Boehlke Ph.D

Khotbah mengenai 1 Petrus 3 : 13-22