Khotbah Keluaran 20 : 1-17

 


Ketika kita mengendarai kendaran, sudah barang tentu harus mengikuti aturan-aturan yang ada, seperti memakai helm, memakai sabuk, membawa SIM, dan lain-lain. Kalau kita berkeliling kota Manado di tempat-tempat tertentu kita akan melihat ada banyak traffic light tujuannya adalah mengatur kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi kecelakaan, sekalipun tidak dapat dipungkiri masih banyak juga yang melanggar dan tidak taat pada penggunaan traffic light. Akhirnya kecelakaan pun terjadi dan memakan korban jiwa. Dengan dipasangnya traffic light tujuannya supaya para pengguna jalan dihindari dari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Traffic light hanyalah salah satu dari sekian banyak alat lalu lintas yang digunakan untuk bisa menghindarkan pengguna jalan dari kecelakaan. Sama halnya dengan peraturan atau undang-undang yang ada dinegara kita ini, tujuannya agar setiap orang taat pada peraturan dan undang-undang supaya tidak terjerat pada prilaku yang mencelakankan diri sendiri maupun orang lain. 

Ketika orang Israel dituntun Allah untuk dapat keluar dari tanah Mesir dan lepas dari cengkeraman Firaun, maka umat Israel diminta untuk mampu mengikat perjanjian dengan Allah. Peristiwa di gunung sinai merupakan momentum yang luar biasa bagi sejarah umat percaya. Bahwa bangsa Israel telah sedemikian jauh melangkah hanya oleh karena kekuasaan dan pemeliharaan Allah. Bangsa Israel dinyatakan sebagai bangsa yang unik, terpuji dan diberkati karena mereka akan dipisahkan untuk kehendak Tuhan. 

Saat kita membaca kitab Keluaran 20:1-17 kita mendapati ada sepuluh Firman yang diucapkan Allah kepada umatNya yang harus dihormati dan ditaati mereka. Kesepuluh hukum Allah ini adalah peraturan yang mengajarkan umat Allah bagaimana hidup menurut kehendakNya : 

1. Jangan ada padamu allah lain dihadapan-Ku. 

2. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun, jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya. 

3. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu dengan sembarangan. Sebab Tuhan akan memandang bersalah orang yang menyebut namaNya dengan sembarangan. 

4. Ingat dan kuduskanlah hari sabat. Allah memberi kita 6 hari untuk bekerja dan Ia menginginkan kita menggunakan 1 hari untuk hari sabat Tuhan, beribadah kepadaNya sebagai rasa syukur atas penyertaanNya pada kita dalam tugas kerja dan pelayanan. 

5. Hormatilah ayah dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan Allahmu kepadamu. 

6. Jangan membunuh 

7. Jangan berzinah 

8. Jangan mencuri 

9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. 

10. Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengi istrinya, atau hambanya laki-laki, atau hambahnya perempuan, atau lembuhnya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu. 


Jika kita telik lebih dalam, maka ada hal unik yang kita dapati dalam kesepuluh firman. Yakni, Ayat 2-11 berkaitan tentang relasi Manusia dengan Allah, dan ayat 12-17 berkaitan tentang relasi Manusia dengan manusia, dengan demikian itu berarti jika bangsa Israel hanya menaati perintah yang berkenan dengan Allah, dan tidak mengindahkan relasi antar sesama manusia, maka itu berarti tidak taat. 

Saat umat diberikan peraturan untuk ditaati, umat disadarkan betapa Tuhan mengasihi mereka, dan Tuhan menginginkan mereka mengingat bagaimana penyertaan Tuhan saat mereka ada ditempat perbudakan, sehingga mereka tidak akan lupa diri bahkan sampai melupakan Tuhan Allah saat mereka telah bebas dari pergumulan di Mesir dan hidup di tanah yang berlimpah susu dan madunya. 

Allah menghendaki umatNya agar ketaatan mereka pada peraturan (kesepuluh Firman Allah) akan membawa mereka pada kesejateraan hidup. Artinya umat hidup diikat pada peraturan yang Allah perintahkan. Dan ini merupakan keharusan yang dilakukan, sebagai bentuk menghormati Allah yang telah menolong umatNya dan membawa mereka keluar dari tempat perbudakan. 

Kesepuluh Firman ini tidak hanya berlaku bagi umat Allah di zaman Perjanjian Lama, tetapi juga berlaku bagi kita hingga saat ini. Kesepuluh peraturan ini masih relevan dengan kehidupan umat dewasa ini. Umat dituntut untuk mentaatinya, bukan melanggarnya. Menghormati Allah dan membangun hubungan yang baik dengan Allah adalah sebagai bentuk ketaatan, namun bukan berarti kita mengabaikan hubungan kita dengan sesama, sebab kesepuluh hukum ini adalah bagaimana kita melihat hubungan kita dengan Allah dan hubungan kita dengan sesama. 

Setiap orang tua akan bangga tentunya jika anak-anaknya taat pada orang tuanya, apalagi Allah. Allah ingin agar kita menjadikan kesepuluh hukum Tuhan ini sebagai pelita dalam hidup, artinya mampuh menerangi kehidupan kita dan kita tidak akan berjalan di jalan yang gelap karena FirmaNya selalu menuntun kita. 

Ketaatan kita pada peraturan yang dibuat Allah menolong kita untuk sadar, bahwa Allah mau kita diberkati untuk menjadi berkat. FirmanNya adalah pelita, FirmanNya adalah terang dalam hidup. Sebagai orang percaya Tuhan menghendaki ketaatan kita pada peraturan yang dibuatNya berdampak dalam setiap aspek kehidupan artinya siapa pun kita, apa pun profesi atau pekerjaan kita, nilai sebuah ketaan sangatlah berharga dan harus dilakukan. Ingat sekali lagi :HARUS DILAKUKAN bukan dihindari apalagi diabaikan. 

Setiap orang yang menjadikan hukum Tuhan sebagai pelita hidup itu akan berdampak bagi kehidupannya secara pribadi, keluarga bahkan masyarakat di mana ia bergaul. Bahkan bukan hanya itu saja, ini juga berlaku bagi pekerjaan dan usaha bahkan pelayanan yang sementara dikerjakan. Kita akan selalu diingatkan bagaikan alaram yang akan berbunyi dan terus berbunyi sebagai tanda, mana yang dikehendaki Allah dan mana yang tidak. Mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus dihindari. Mari kita taat pada peraturan yang Tuhan tetapkan, sehingga kita betul-betul di tolong Tuhan untuk selalu taat pada keinginan Allah, bukan pada keinginan kita. 

Pelita adalah terang, setiap kali kita menjadikan hukum Tuhan terang dalam hidup maka kita tidak usa takut, kita akan selalu berjalan dalam terang Tuhan. Karena itu, hiduplah sebagaimana Tuhan kehendaki dengan taat pada kehendak FirmanNya dan menjadikan FirmanNya pelita dalam hidup agar kita dapat menikmati hidup. Percayalah Allah tidak akan membiarkan kita, Allah akan selalu mendampingi kita umatNya saat kita menaruh harap hanya padaNya. 

Pada akhirnya kesepuluh firman ini sama persis seperti yang ada dalam Matius 22:34-40 "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”


Sumber kontemplasi, Pdt. DR. Alfrets Daleno - dodokugmim.com

Comments

Popular posts from this blog

Ringkasan Buku Sejarah Pikiran & Praktek Pendidikan Agama Kristen - Robert Boehlke Ph.D

Khotbah mengenai 1 Petrus 3 : 13-22

Laporan PPL 2017 - Gereja Anglikan Batam, 'Church of The True Light