Khotbah singkat Yohanes 15 : 9-17
Kasih menjadi dasar hidup orang percaya. Saling mengasihi antar sesama menjadi perintah yang mutlak karena untuk itulah kita hadir di dunia ini. Dalam bahasa Yunani, 'Kasih' diterjemahkan dalam empat jenis, kasih philia yakni kasih terhadap teman, kasih eros yakni kasih terhadap pasangan lawan jenis, kasih storge yakni kasih orang tua dan keluarga, dan kasih agape yakni kasih Allah yang menembus ruang dan waktu. Dalam perikop yang kita baca di saat ini, kasih yang digunakan dalam bahasa Yunani ialah, Agape.
Dalam masa-masa terakhir sebelum Ia 'berpisah' dengan mereka, Yesus terus menguatkan murid-murid-Nya dan mempersiapkan mereka untuk melakukan pelayanan dan memberitakan Kasih Allah terhadap dunia ini. Menjadi murid Kristus sudah sepatutnya menaati semua perintah Allah dan mewartakan kasih Allah itu sendiri. Mengalami kasih Allah berarti siap untuk mengalami transformasi diri karena kasih itu membentuk karakter orang percaya.
Yang dahulu disebut hamba, tapi yang sekarang disebut sahabat apabila kita menuruti perintah Allah. Kepada sahabat-sahabat Kristus, Allah menyatakan isi hatinya, untuk menyelamatkan Kristus. Menjadi sahabat-sahabat Kristus berarti kita siap diutus untuk menjadi berkat di tengah-tengah dunia ini. Dan itu adalah buah yang kita hasilkan.
Pada pesan Bulan Oikoumene dari Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia menjelaskan, Yesus Kristus mengajarkan dua hal, yaitu kasih pada Allah (yang sudah mengasihi kita) dan kasih
kepada sesama seperti diri sendiri (karena kita sudah dikasihi oleh Allah). Ini menjadi dasar ketika
Yesus Kristus memberikan suatu perintah baru kepada murid-murid-Nya dalam Yohanes 13:34: Saling
mengasihi seperti Dia telah mengasihi kita. Dia mengasihi kita dengan memikul beban kita, bahkan
sampai mati di kayu salib. Hukum Kasih Kristus dengan demikian adalah sebuah panggilan Kristiani
untuk dinyatakan kepada dunia bahwa seluruh hidup dan mati kita bersumber pada kasih Allah melalui
Kristus di dalam kuasa Roh Kudus.
Menjadi sahabat bagi semua orang merupakan penerapan Kasih Allah di masa sekarang. Tidak hanya bersimpati, rasa empati pun turut digaungkan untuk menyadarkan kita bahwa menjadi buah bagi orang lain juga menuntut kita mengasihi semua orang, meski bagaimanpun keadaannya. Tuhan telah mengajarkan bagaimana kasih itu tidak hanya bagi orang-orang terdekatnya, melainkan kasih itu berlaku pada orang yang mendukakan hati Allah. Kasih juga berlaku pada seluruh keutuhan ciptaan. Terhadap alam, terhadap dunia yang sama-sama kita diami. Menerapkan kasih juga merupakan dorongan bagi kita untuk menjaga alam ciptaan dan juga melestarikannya.
Saat kita taat kepada firman-Nya dan hidup saling mengasihi, banyak ornag akan dimenangkan kepada Kristus oleh kesaksian kita, Itulah buah-buah yang kita hasilkan sesuai kehendak-Nya.
Comments
Post a Comment